Jawa Pos

Nasib Jadi Bangsa Penonton

-

KICKOFF Piala Dunia 2018 semakin dekat. Pesta sepak bola paling akbar di dunia itu dimulai di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, pada 14 Juni. Ditandai dengan pertanding­an antara tuan rumah Rusia melawan Arab Saudi. Dan, untuk kali kesekian, kita hanya akan menjadi penonton. Entah sampai kapan kita harus menunggu untuk menyaksika­n timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia.

Ada dua jalan untuk berlaga di Piala Dunia. Yakni, lewat babak kualifikas­i dan menjadi tuan rumah. Sama-sama sulit. Untuk lolos kualifikas­i, kita harus melewati jalan yang panjang. Melalui fase yang bertingkat. Jangan lupa, jatah untuk zona Asia tidak banyak. Maksimal lima. Empat lolos langsung, satu lagi harus mengejar lewat playoff.

Masalahnya, tidak mudah untuk menjejakka­n kaki sampai ke level tersebut. Kekuatan sepak bola Indonesia masih sebatas di pentas Asia Tenggara. Itu pun tidak lagi menakutkan. Kali terakhir skuad Merah Putih menjadi juara SEA Games atau pesta olahraga bangsa Asia Tenggara adalah pada 1991 di Manila, Filipina. Bahkan, timnas kita juga belum pernah menjadi juara Piala AFF (Konfederas­i Sepak Bola Asia Tenggara). Meski masih mungkin, sangat kecil rasanya peluang timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia lewat jalur kualifikas­i.

Bagaimana dengan cara kedua? Lolos Piala Dunia sebagai tuan rumah. Cara ini juga tidak kalah sulit dan rumit. FIFA (Federasi Sepak Bola Dunia) memang membuka pintu lebarlebar kepada semua anggotanya untuk mencalonka­n diri sebagai host Piala Dunia. Meski begitu, tidak banyak negara yang berani mencalonka­n diri. Sebab, konsekuens­inya memang besar. Yang sudah pasti adalah harus menyiapkan anggaran besar untuk membangun stadion, sistem transporta­si, dan lain-lain.

Konon Indonesia sempat mencoba peruntunga­n dengan mengikuti proses bidding tuan rumah Piala Dunia 2018. Sayang, belum sampai ke tahap pemilihan, kita sudah terpental. Kabarnya, PSSI tidak mendapatka­n salah satu syarat mutlak untuk mencalonka­n diri sebagai tuan rumah Piala Dunia. Yakni, dukungan resmi dari negara. Kalau itu benar, sungguh ironis.

Tapi, harapan tak boleh padam. Masih ada kesempatan untuk berlaga di Piala Dunia. PSSI tengah merancang program jangka panjang dengan tujuan besar: lolos Piala Dunia. Tidak bisa dalam waktu singkat. Indonesia mungkin belum akan tampil pada Piala Dunia 2022 atau 2026. Namun, dengan persiapan yang baik dan terukur, bukan tidak mungkin pasukan Garuda bakal berlaga di Piala Dunia 2034 yang tuan rumahnya entah siapa. Semoga.

 ?? ILUSTRASI DAVID/JAWA POS ??
ILUSTRASI DAVID/JAWA POS

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia