Jawa Pos

Keliling Banyak RS sebelum Temukan Kenyataan Pahit

Dua Ayah yang Sama-Sama Kehilangan Istri dan Anak karena Kebakaran Kebalen

- MIRZA AHMAD

Pandangan mata Dedit Prasetyo nanar. Air matanya terus menderas. Pria 30 tahun itu belum bisa menerima kenyataan bahwa istri dan putra semata wayangnya telah pergi. Nasib serupa dialami Choirul Anam. Dia kehilangan istri dan putrinya akibat kebakaran di Kebalen.

SELASA Sore (29/5) Choirul Anam tiba di Jalan Kebalen Kulon Gang 2, Krembangan Utara. Dia tergopoh karena mendapat kabar bahwa tempat tinggalnya terbakar. Namun, saat sampai di lokasi, dia hanya menemukan petugas pemadam kebakaran yang tengah melakukan pembasahan. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online itu berusaha menerobos barikade petugas dan palang pintu yang terpasang di tempat kejadian perkara, tetapi gagal.

’’Saya nggak boleh masuk. Padahal, istri dan anak saya di kos itu,’’ ujarnya. Langsung saja tubuh pria 29 tahun itu berkeringa­t dingin

Hatinya campur aduk tidak keruan. Saat itu dia masih belum tahu bahwa istrinya, Novi Surya Pratiwi, dan anaknya, Anggita Putri, sudah tewas terpanggan­g. Saat kalut, dia menerima banyak informasi. Tanpa sempat mencerna, ucapan warga yang didengar langsung dilakukan.

Salah seorang warga mengatakan, istri dan anaknya berada di balai RW. Dia mencarinya, tetapi tidak ada. Ada yang bilang dirawat di RS Al Irsyad. Anam pun langsung berangkat. Hasilnya nihil. ’’Namanya juga orang panik Mas,’’ ucapnya lirih. Dia baru tiba di kamar jenazah RSUD dr Soetomo sekitar pukul 20.00. Sebelum sampai di sana, dia berkelilin­g Surabaya. Hinggap dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. ’’Al Irsyad, PHC, Soewandhie. Semua saya cek satu-satu,’’ katanya.

Air matanya meleleh saat bercerita tentang Novi dan Gita yang sudah terbujur kaku di kamar otopsi. Tangisnya pecah begitu tahu dua insan yang paling disayangi sudah kembali menghadap Ilahi. Memori di dalam kepalanya terus berputar. Dia tidak menyangka momen menyuapi Gita dan permintaan untuk dibelikan es krim bakal jadi kenangan seumur hidup. ’’Sudah hilang dua-duanya,’’ ungkapnya sambil tersedak tangisan. Dua kerabatnya segera memegangi pundak Anam.

Satu lagi suami yang harus ditinggal mati anak dan istrinya. Dedit Prasetyo. Dia merupakan tipikal suami yang berbeda dengan Anam. Dedit tampak belum bisa mengikhlas­kan istri dan anaknya, Ina Rismayanti dan Riski Bintang Pratama. Matanya selalu kosong saat diajak bicara oleh siapa saja. Saat ditanya perihal Ina dan Bintang, matanya sedikit berkacakac­a. Nasib Anam dan Dedit ternyata sama. Mereka mendapat informasi yang salah. Dedit juga harus menelusuri beberapa rumah sakit untuk mencari keberadaan istri dan anaknya.

Dia juga dilarang petugas untuk masuk ke Kebalen Kulon Gang 2. Saat itu dia mengikuti apa kata warga. Yang belum tentu bisa dipertangg­ungjawabka­n keakuratan informasin­ya. Pria 30 tahun itu sudah mengunjung­i sejumlah rumah sakit saat jasad Ina dan Bintang masih belum dievakuasi dari dalam kamar kos. ’’Nggak tahu lagi Mas mau ke mana, lha informasin­ya gitu,’’ jelasnya.

Kaki Dedit serasa lumpuh begitu tiba di RSUD dr Soetomo. Informasi yang didapat sama sekali bukan yang diharapkan. Ina dan Bintang tewas dan tidak bisa dikenali. Namanya tercatat di dalam buku catatan petugas. Tangisnya pecah. Dia setengah bersujud, lalu bergelimpa­ngan ke kanan dan ke kiri. Raungannya menyayat hati.

Gestur kehilangan juga masih ditunjukka­n saat mengantar Ina dan Bintang ke tempat pemakaman terakhir di Wonokusumo. Dia menangis lagi. Dedit memilih duduk di samping sopir ambulans. Namun, wajahnya terus melongok ke belakang sambil tersedu. Melihat jasad Ina dan Bintang yang sudah tidak bisa diajak bercanda lagi. (*/c15/any)

 ?? GHOFUUR EKA/JAWA POS ??
GHOFUUR EKA/JAWA POS
 ?? GHOFUUR EKA/JAWA POS ?? LANGSUNG KEHILANGAN DUA: Choirul Anam setelah melihat jenazah istri dan anaknya di RSUD dr Soetomo. Foto kanan, Dedit Prasetyo terpukul karena istri dan anaknya meninggal dunia.
GHOFUUR EKA/JAWA POS LANGSUNG KEHILANGAN DUA: Choirul Anam setelah melihat jenazah istri dan anaknya di RSUD dr Soetomo. Foto kanan, Dedit Prasetyo terpukul karena istri dan anaknya meninggal dunia.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia