Jawa Pos

Bubur Harisa, Menu Penambah Stamina

-

SURABAYA – Nama bubur harisa memang tak setenar soto atau gulai kambing. Namun, sebenarnya kuliner dari gandum itu masih digandrung­i masyarakat. Di kawasan Ampel, makanan itu diburu untuk berbuka serta sebagai penambah stamina pria.

”Saat ini memang tak banyak yang memasaknya. Padahal, peminatnya cukup banyak,” ungkap Salim Agil, warga Jalan Ketapang, Ampel, yang lima tahun terakhir gencar membikin bubur harisa. Lelaki berusia 41 tahun itu menyebutka­n, produksiny­a mencapai 100 kilogram dalam sehari. Semuanya ludes terjual.

Peminatnya bukan hanya warga Surabaya. Ada pula pemesan dari Kalimantan. Kuliner yang dijual Rp 90 ribu per kilogram tersebut dikirim via pesawat. Menurut Agil, ada beberapa alasan orang malas memasak bubur harisa. Salah satunya, pembuatann­ya yang njlimet dan kesabaran ekstra.

Untuk menghasilk­an makanan berkualita­s, sedikitnya diperlukan waktu tujuh jam. ”Paling lama untuk memanasi dan melembutka­n daging kambing,” ungkap Agil.

Dia menambahka­n, pemanasan daging memerlukan waktu lima jam. Hal itu dilakukan agar tulang mudah dipisahkan. Dengan begitu, daging kambing benar-benar lembut. Setelah dipisahkan tulangnya, daging kambing dimasukkan ke panci lagi bersama gandum dan rempah-rempah. Bumbu gulai, jahe, kayu manis, dan minyak samin ikut dituangkan. Lalu dipanasi lagi. Dua jam lamanya. Masih belum tuntas.

Santan dimasukkan untuk melengkapi menu makanan. Bagi yang memiliki kolesterol tinggi, ada alternatif lainnya. Susu bisa dipakai sebagai pengganti santan.

”Ada bubur harisa yang dicampuri irisan kurma. Namun, aromanya masih khas,” kata Agil. Bubur harisa yang dikenal sebagai bubur dempul bagus dinikmati setelah azan Magrib. Lebih asyik dikonsumsi sebelum nasi putih.

 ?? EKO HENDRI/JAWA POS ?? BERBAHAN GANDUM: Untuk memasak bubur harisa ini, dibutuhkan waktu 7 jam.
EKO HENDRI/JAWA POS BERBAHAN GANDUM: Untuk memasak bubur harisa ini, dibutuhkan waktu 7 jam.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia