Jawa Pos

PGRI Prihatin Gaji GTT Dipotongi

-

GAJI guru tidak tetap di bawah standar? Keluhan itu sudah lama menggaung. Nah, kalau masih ada yang tega memotong penghasila­n mereka, tindakan itu sungguh sangat disesalkan. PGRI prihatin.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Gresik Arief Susanto menyatakan prihatin mendengar keluhan guru-guru tidak tetap (GTT) di SMA Negeri 1 Kebomas. Upah mereka dipotong sana-sini. Bahkan, ada yang sampai tersisa sekitar Rp 100 ribu saja.

Padahal, tegas Arief, saat ini saja gaji para GTT belum tergolong layak. ”Gaji GTT-PTT masih sangat kecil,” katanya kemarin (30/5). Karena itu, PGRI terus memperjuan­gkan nasib para GTT agar memperoleh imbalan yang layak. Meski, status mereka belum pegawai negeri sipil (PNS).

Perjuangan PGRI itu dilakukan mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. ’’Gaji (GTT-PTT, Red) masih di bawah UMK. Sementara mereka sudah mengabdi bertahunta­hun,” Ketua PGRI Gresik

ujarnya.

Menurut Arief, pengalihan tunjangan kesejahter­aan GTT-PTT dari Pemerintah Provinsi Jatim untuk biaya operasiona­l sekolah tidak bisa berlaku khusus di SMAN 1 Kebomas. Namun, harus menyeluruh. Seharusnya bukan hanya di wilayah Gresik, tetapi juga SMA/ SMK se-Jatim.

PGRI meminta Cabang Dispendik Wilayah Gresik melakukan klarifikas­i ke sekolah-sekolah. ’’Harus ada kroscek. Apakah kebijakan itu (pemotongan tunjangan kesejahter­aan, Red) juga berlaku di SMA/SMK lain,” imbuh Arief.

Gaji (GTT-PTT, Red) masih di bawah UMK. Sementara mereka sudah mengabdi bertahun-tahun.”

ARIEF SUSANTO

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia