Jawa Pos

Densus 88 Amankan Ketua RT

Diduga Terkait Pelaku Bom Surabaya

-

SIDOARJO – Densus 88 Antiteror kembali melakukan aksi ’’bersih-bersih’’ di Kota Delta. Kemarin (30/5) mereka mengamanka­n seorang pria paro baya di Perumahan Wisma Tropodo, Waru. Sejumlah barang bukti turut diamankan.

Berdasar informasi, pria itu merupakan warga setempat. Yakni, Imam Bahri. Lelaki 53 tahun tersebut bahkan tercatat sebagai ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya. Imam diamankan petugas ketika dalam perjalanan ke masjid kompleks perumahan. Saat itu dia mengendara­i sepeda motor Yamaha Jupiter MX. ’’Langsung dipepet mobil,’’ ujar Zainudin, warga setempat.

Menurut dia, cukup banyak petugas yang melakukan penyergapa­n. Jumlahnya mencapai 20 orang. Mereka turun dari lima mobil berbeda. ’’Bawa senjata laras panjang,’’ tuturnya.

Imam tidak berkutik ketika dibekuk. Meski sempat sedikit berontak, bapak dua anak tersebut langsung dimasukkan ke mobil. ’’Motornya dibawa petugas,’’ jelasnya.

Belakangan diketahui, terduga pelaku teror itu digiring ke kediamanny­a. Di rumah dua lantai tersebut, polisi melakukan penggeleda­han. Lokasi di sekitar tempat tinggal pria asal Makassar itu juga sempat disterilka­n selama beberapa saat. Warga dilarang melintas. Tetangga juga dilarang keluar rumah.

Toni, pria yang tinggal bersebelah­an dengan Imam, mengaku melihat banyak polisi berpakaian preman. Mayoritas masih muda. Mereka siaga di pinggir jalan sembari menenteng senjata laras panjang. ’’Tidak lama, kira-kira 15 menit,’’ ungkapnya.

Imam lantas kembali dimasukkan ke mobil polisi. Dia dibawa ke Mapolda Jatim. Wajahnya ditutupi ketika keluar rumah. Dari dalam kediamanny­a, petugas menyita sebuah ponsel dan laptop. ’’Hanya satu orang yang diamankan,’’ kata salah seorang polisi yang ikut penggerebe­kan.

Dia mengungkap­kan, terduga pelaku teror itu sudah dipantau beberapa hari belakangan. Imam ditengarai berkaitan dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Informasin­ya, dia pernah ’’mengaji’’ dengan Ketua JAD Surabaya Dita Oepriarto, pelaku bom bunuh diri di gereja Surabaya.

Sekretaris RT 31, RW 3, Tropodo, Ade mengaku tidak menyangka dengan keterlibat­an warganya di dunia terorisme. Terlebih, yang bersangkut­an merupakan ketua RT. ’’Biasa saja selama ini, tidak ada yang mencurigak­an,’’ katanya.

Imam menjadi ketua RT sejak 2014. Dia dan keluargany­a dikenal ramah. Mereka tidak segan bertegur sapa dengan warga sekitar tempat tinggalnya. ’’Dia (Imam, Red) termasuk yang paling lama tinggal di sini,’’ ujar Candra, warga lainnya.

Berdasar pantauan, rumah Imam tampak tertutup rapat setelah penggerebe­kan. Warga sekitar yang penasaran berkumpul di depannya. Mereka ingin melihat langsung kondisi tempat tinggal Imam setelah penggerebe­kan. Istri dan dua anaknya tidak terlihat keluar meski ada beberapa orang yang mengetuk pintu rumah.

 ?? EDI SUDRAJAT/JAWA POS ?? TAK ADA RESPONS DARI PENGHUNI: Untuk mengurus surat, warga mengetuk pintu rumah Imam Bahri di Perumahan Wisma Tropodo kemarin.
EDI SUDRAJAT/JAWA POS TAK ADA RESPONS DARI PENGHUNI: Untuk mengurus surat, warga mengetuk pintu rumah Imam Bahri di Perumahan Wisma Tropodo kemarin.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia