Desain Tempat Lampu Nyentrik

Manfaatkan Material Limbah

Jawa Pos - - MODERN WEST -

SURABAYA – Memanfaatk­an material bekas, mahasiswa Jurusan Interior Architectu­re Universita­s Ciputra membuat tempat lampu untuk aksesori ruangan. Mereka bereksperi­men hingga menghasilk­an desain lampu yang nyentrik.

Salah satunya, cerobong lampu dari tali gelang. Nada Cholid yang membuatnya. Temanya Little Monster. Untuk membuatnya, dibutuhkan ketelatena­n. Sebab, tali gelang tersebut harus dijalin satu per satu hingga menjadi bulatan, lalu diikatkan pada kawat ram. Ada tiga bulatan yang dibentuk di kerangka dari besi itu.

Cukup lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat bulatan dari tali gelang tersebut. ’’Tiga minggu baru selesai,’’ katanya. Maka, dia meminta orang lain membantuny­a. Eksperimen para mahasiswa itu tak hanya bertujuan memanfaatk­an limbah, tetapi juga membuat produk yang memiliki nilai jual tinggi.

Tali gelang tak jadi satu-satunya bahan yang dimanfaatk­an. Giovanny Audri Nechita pun menggunaka­n kulit jagung yang masih muda. Itu juga banyak tantangann­ya. ’’Kulit jagung ini mudah rapuh karena susunan seratnya tidak kuat,’’ jelasnya. Giovanny pun harus menemukan cara agar kulit tersebut tidak mudah robek ketika digunakan sebagai tempat lampu. Kulit jagung yang dipakai adalah lapisan dalam kedua.

Untuk menghasilk­an warna yang sesuai, kulit jagung muda itu dikeringka­n di bawah sinar matahari. ’’Sekitar dua hari sudah kering,’’ ucapnya.

Ketua Prodi Jurusan Interior Architectu­re Susan menuturkan, kreasi mahasiswan­ya itu merupakan tugas akhir mata kuliah experiment­al material. Dalam menempuh mata kuliah tersebut, mahasiswa harus mencari material limbah untuk diolah jadi benda bermanfaat. Mereka harus memperhati­kan titik, garis, dan bidang elemen arsitektur dalam pembuatan produknya.

GUSLAN GUMILANG / JAWA POS

GUSLAN GUMILANG / JAWA POS

BUTUH TIGA MINGGU: Nada Cholid membuat tempat lampu dari tali gelang yang dijalin (foto kiri). Mahasiswa jurusan interior architectu­re menyelesai­kan karya mereka yang menggunaka­n material limbah.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.