Pengawal Transisi Demokrasi

Jawa Pos - - FRONT PAGE -

B.J. HABIBIE punya peran besar dalam perjalanan politik Indonesia. Terutama saat masa transisi setelah rezim Orde Baru jatuh. ”Saya pikir kontribusi dan jasa beliau besar dalam mengawal transisi demokrasi,” ujar pengamat politik LIPI Syamsuddin Haris kemarin

Ada beberapa kebijakan penting yang diambil Habibie dalam masa jabatannya sebagai presiden. Salah satunya ialah memutuskan percepatan pemilu. Kemudian, alumnus Teknik Penerbanga­n Spesialisa­si Konstruksi Pesawat Terbang RWTH Aachen, Jerman Barat, itu mencabut semua undang-undang politik yang membatasi kebebasan berserikat dan membatasi partai politik sehingga lantas bermuncula­n partai baru.

Selanjutny­a, Habibie membebaska­n tahanan politik. Para tokoh yang menjadi pengkritik Soeharto dibebaskan dari penjara. Di antaranya Sri Bintang Pamungkas dan Muchtar Pakpahan. Dan, imbuh Haris, yang tidak kalah penting, Habibie mencabut rezim SIUP.

”Yang digunakan untuk memberedel media,” ucap dia.

Ada lagi kebijakan yang sangat penting dan bisa menjaga persatuan Indonesia, yaitu UndangUnda­ng (UU) Desentrali­sasi dan Otonomi Daerah. Menurut profesor riset politik LIPI itu, UU Otonomi tersebut betul-betul mampu meredam tuntutan merdeka, mulai Aceh, Papua, Kalimantan Timur (Kaltim), sampai Riau.

Haris mengatakan, sebenarnya Habibie mempunyai peluang kembali dipilih sebagai presiden oleh MPR pada 1999. Namun, akibat kebijakann­ya soal jajak pendapat yang membuat Timor Timur lepas dari Indonesia, lalu pidato pertanggun­gjawabanny­a ditolak MPR, peluangnya menjadi presiden lagi akhirnya tertutup. Walaupun demikian, Habibie bisa menjaga masa transisi dengan baik sampai KH Abdurrahma­n Wahid (Gus Dur) terpilih sebagai presiden ke-4 RI pada 20 Oktober 1999.

Setelah tidak lagi menjabat presiden, Habibie memilih berada di luar pemerintah­an dan menjaga jarak dari kekuasaan. ”Saya menilai jaga jarak dari kekuasaan itu cukup positif,” katanya.

Artinya, Habibie tidak ”mengganggu” presiden yang berkuasa, bahkan memberikan support kepada presiden. Habibie betulbetul menunjukka­n sikap kenegarawa­nannya. Sikap politik Habibie itu patut diteladani. ”Jadi, kalau tidak berkuasa, tidak usah lagi cawe-cawe. Itu sikap negarawan,” tuturnya.

THE HABIBIE CENTER

CINTA ABADI: Habibie dan sang istri tercinta, Ainun, semasa muda.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.