Juara berkat Profesiona­lisme yang Dibangun lewat ”ATM”

Bali United Klub Bali Pertama yang Kampiun Indonesia

Jawa Pos - - FRONT PAGE -

PADANG, Jawa Pos – Sebelum Bali United, sudah ada beberapa wakil Bali di strata teratas kompetisi tanah air. Baik dari klub eks Perserikat­an maupun bekas tim Galatama.

Tapi, belum satu pun yang pernah merebut gelar liga. Bali United berhasil memecahkan kebuntuan panjang itu

Menyusul kemenangan 2-0 atas tuan rumah Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Padang, kemarin, tim itu memastikan diri menjuarai Liga 1 dengan masih menyisakan empat laga.

Padahal, saat meneken kontrak sebagai pelatih, Stefano ”Teco” Cugurra mengaku hanya dibebani target masuk lima besar. ”Tapi, saya lihat tim ini mampu lebih dari itu. Beberapa pemain mental juara saya ajak bergabung, termasuk mantan pemain Persija,” beber pelatih asal Brasil yang musim lalu mengantark­an Persija Jakarta merebut gelar yang sama itu.

Menurut Teco, tidak ada kiatkiat khusus untuk membuat Bali United jadi juara. Tim tersebut dia anggap sudah punya DNA juara. Manajemenn­ya profesiona­l, stafnya solid, dan materi pemainnya bagus.

Ada proses panjang di balik kesuksesan Bali United musim ini. Proses tersebut dimulai ketika pengusaha Pieter Tanuri mengakuisi­si Persisam Putra Samarinda, lalu mengubahny­a jadi Bali United pada 15 Februari 2015.

Dari sini, ambisi Pieter menjadikan Bali United sebagai klub profesiona­l dimulai. Beberapa langkah penting diambil. Salah satunya, kontrak jangka panjang home base. Stadion Kapten I Wayan Dipta pun dikontrak 15 tahun. Itu dilakukan agar bisa bisa jor-joran merenovasi kandang mereka itu menjadi berstandar internasio­nal.

Setelah itu, megastore di stadion pun dibangun dan dibuka pada 2016. Sponsor lantas berdatanga­n dan keuangan Bali United kian stabil.

Pada 2017 Bali United mendatangk­an beberapa bintang. Sebut saja Irfan Bachdim, Marcos Flores, hingga Sylvano Comvalius. Di musim ini juga Bali United menyandang status ”juara tanpa mahkota”. Sebab, poinnya sama dengan jawara Liga 1 Bhayangkar­a FC. Hanya kalah head-tohead oleh Bhayangkar­a.

Manajemen Bali United tidak menyerah. Berbagai inovasi dilakukan untuk menjadikan Serdadu Tridatu –julukan Bali United– tim paling profesiona­l di Indonesia. Selain mempercant­ik Stadion I Wayan Dipta dan membangun kafe di sana pada 2018, Bali United membuka layanan tur stadion.

Selain itu, Bali United melakukan IPO (penawaran saham perdana) tahun ini.

”Kami juga benar-benar membuat Bali United ini jadi sesuatu yang bisa dijual. Dana dari merchandis­e, tiket, dan sponsor kami gunakan untuk membangun tim,” ujar CEO Bali United Pieter Tanuri kepada Jawa Pos kemarin (2/12).

Dia berujar, pihaknya berkaca pada klub-klub besar di Eropa. Pieter juga mengaku belajar dari sejumlah klub lokal. Misalnya Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Arema FC. ”Kami langsung ATM, amati, tiru, dan modifikasi. Kami lakukan sesuai dengan target kami,” bebernya.

Kunci penting lain adalah kerja keras. Juga dukungan menggelora dari suporter.

CHANDRA SATWIKA/JAWA POS

GELAR PERTAMA: Para pemain dan ofisial Bali United merayakan gelar juara Liga 1 setelah melawan Semen Padang di Stadion H Agus Salim, Padang, kemarin (2/12) .

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.