Munas Golkar, Istana Bantah Punya Calon Titipan

Delapan Balon Ketua Umum Resmi Mendaftar

Jawa Pos - - FRONT PAGE -

JAKARTA, Jawa Pos – Partai Golkar menggelar musyawarah nasional (munas) hari ini. Agenda utamanya adalah pemilihan ketua umum baru

Delapan bakal calon (balon) sudah resmi mendaftar. Isu tak sedap pun mulai muncul. Salah satunya terkait intervensi orangorang istana yang ingin memenangka­n calon tertentu. Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah isu tersebut.

Jokowi mengatakan, pemerintah tidak akan menginterv­ensi pemilihan ketua umum Golkar. Dia menilai, sebagai partai besar, Golkar tidak mudah diinterven­si. Kalaupun muncul isu pemerintah mendukung calon tertentu, menurut Jokowi, itu hanya isu yang dimunculka­n dengan tujuan politik tertentu. ”Isu seperti itu saya kira biasa dalam politik,” ujar dia di Istana Merdeka kemarin (2/12).

Jokowi juga membantah mengutus Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk melakukan lobi ke pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar. Dia menilai, menteri tidak akan bisa melobi partai sekuat Golkar. ”Kalau bisa intervensi, hebat benar. Apa urusannya Setneg dengan munas Golkar, itu urusan internal partai,” imbuhnya.

Mensesneg Pratikno menambahka­n, isu dirinya melobi pengurus DPD Golkar tidak masuk akal. ”Jangankan ngumpulin, jangankan menelepon. Tahu ketua DPD Golkar saja enggak. Siapa ya ketua DPD Golkar DKI? Saya enggak ada. Itu hoaks pol,” tuturnya.

Sementara itu, proses pendaftara­n calon ketua umum Partai Golkar berakhir kemarin. Delapan orang resmi mendaftar. Mereka mengambil dan mengembali­kan formulir pendaftara­n ke Komite Pemilihan Munas Partai Golkar. Delapan orang itu adalah Ahmad Annama, Agun Gunandjar Sudarsa, Ridwan Hisjam, Indra Bambang Utoyo, Bambang Soesatyo, Derreck Loupati, Ali Yahya, dan Airlangga Hartarto.

Bamsoet –panggilan akrab Bambang Soesatyo– mengembali­kan formulir pendaftara­n sekitar pukul 13.00. Dia datang bersama beberapa pendukungn­ya. ”Hari ini (kemarin, Red) saya datang menyerahka­n semua persyarata­n yang diminta mencalonka­n diri sebagai kandidat Ketum Partai Golkar periode 2019–2024,” terang dia setelah mengembali­kan formulir.

Selain Bamsoet, Agun Gunandjar Sudarsa datang mengembali­kan formulir pendaftara­n. Dia menegaskan, dirinya bukan calon pelengkap. Anggota DPR itu optimistis bisa bersaing dengan calon lain. ”Saya maju karena mampu bersaing,” tegas dia setelah pengembali­an formulir. Dia merasa mampu dan siap memenangi munas. Dengan catatan, munas harus dilakukan secara fair, terbuka, jujur, dan adil. Terkait dengan syarat dukungan 30 persen pencalonan, Agun mengatakan, itu harus dilakukan di bilik suara, bukan dengan surat dukungan dari pemilik suara.

Setelah Agun, Airlangga Hartarto datang mengembali­kan formulir sekitar pukul 16.30. Para pendukung yang mendamping­i cukup banyak. Airlangga mengatakan, calon Ketum harus didukung pemegang suara. ”Tanpa didukung pemilik suara, itu namanya mengajukan diri sendiri. Saya di sini karena didukung pemegang suara,” terang dia.

Ketua Komite Pemilihan Munas Partai Golkar Maman Abdurrahma­n mengatakan, seluruh panitia sebenarnya mengingink­an agar syarat dukungan 30 persen diberikan melalui surat tertulis. Namun, keputusan terakhir diserahkan kepada peserta munas. ”Nanti peserta munas yang menentukan,” terang dia.

Menurut dia, ada sekitar 560 pemilik suara di munas. Mereka berasal dari DPD II, DPD I, ormasormas Partai Golkar, dan DPP Partai Golkar. Maman mengatakan, munas akan dimulai sekitar pukul 19.00 dan rencananya dibuka Jokowi.

FOTO-FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS

RIVAL POLITIK: Bambang Soesatyo (kiri) dan Airlangga Hartarto disebut paling berpeluang menduduki kursi ketua umum Golkar.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.