Jawa Pos

Jaga Sistem Pencernaan untuk Imunitas

-

SURABAYA, Jawa Pos – ’’Pencernaan yang sehat adalah kunci sistem imun yang kuat,’’ tutur dr Hilna Khairunisa Shalihat MGizi SpGK. Dia memaparkan berbagai hal terkait dengan kesehatan pencernaan pada diskusi daring kemarin (25/6). Menurut Hilna, untuk menjaga kesehatan pencernaan, dibutuhkan konsumsi makanan bergizi. Itulah yang akan menentukan imunitas atau daya tahan tubuh setiap orang.

Kondisi pandemi membuat setiap orang dianjurkan menjaga kebugaran. Salah satunya, konsumsi gizi seimbang seperti karbohidra­t, protein, dan lemak. Tujuannya, meningkatk­an imunitas yang akan diserap tubuh melalui sistem pencernaan. Terlebih, 70 persen sel imun berada di bagian pencernaan.

’’Karena itu, sistem pencernaan harus baik. Jika tidak, racun bakal menumpuk dan imunitas menurun,’’ jelas Hilna dalam diskusi yang diadakan Fibre First secara daring melalui aplikasi Zoom.

Hilna menyebutka­n, dalam event bertajuk Sistem Pencernaan Sehat, Imunitas Kuat, tersebut, ada beberapa tanda pencernaan yang tidak baik. Yakni, buang air besar (BAB) tidak lancar serta kadar gula darah dan kolesterol melebihi batas normal. Untuk mengatasin­ya, dibutuhkan serat yang berasal dari konsumsi gizi harian.

Serat bisa didapatkan dari sayur dan buah. Menurut Hilna, setiap orang membutuhka­n asupan serat minimal 25–35 gram per hari. ’’Itu terdiri atas sayur sebanyak 3–4 porsi dan buah 2–3 porsi per hari,’’ papar Hilna. Keduanya harus ada dalam konsumsi harian karena kandungan serat pada buah dan sayur berbeda, tetapi saling melengkapi.

Kebutuhan itu berbeda bagi bayi, balita, ibu hamil, dan lansia. Untuk bayi dan balita, serat belum terlalu dibutuhkan. Namun, untuk ibu hamil, kebutuhan serat meningkat. Yakni, di atas 35 gram. Pada lansia, kebutuhan serat harus dikurangi sedikit.

Hilna pun memberi contoh sayur dan buah yang mengandung paling banyak serat. Misalnya, sayur bayam, seledri, serta buah nanas, apel, tomat, dan jeruk. Selain harganya yang terjangkau, sayur dan buah tersebut mudah ditemukan. Konsumsiny­a bisa dibagi setiap jam makan atau digunakan sebagai camilan harian.

Scientific & Regulatory Manager Kobe Nutri Farma Nourmatani­a Istiftiani menambahka­n penjelasan tersebut. Menurut dia, ada solusi bagi orang yang merasa konsumsi seratnya tidak terpenuhi. Misalnya, kurang mengonsums­i sayur dan buah dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu, meminum suplemen yang mengandung serat. ’’Cukup satu kali sehari sebelum tidur. Karena serat paling banyak diproses saat tidur,’’ ungkapnya.

 ?? HANAA SEPTIANA/JAWA POS ??
HANAA SEPTIANA/JAWA POS

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia