Jawa Pos

Dua Polisi Jual Senjata ke KKB

Enam Orang Ditangkap, Senpi Diduga Sisa Kerusuhan Ambon

-

JAKARTA, Jawa Pos – Jaringan pemasok senjata api ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua terungkap. Enam orang ditangkap di Ambon. Ironisnya, dua di antaranya adalah anggota Polda Maluku.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Ahmad Ramadhan menjelaska­n, keterlibat­an dua oknum kepolisian itu terungkap dari penangkapa­n seorang warga Bintuni, Papua Barat. Warga tersebut membawa 1 revolver dan 1 senjata laras panjang. ’’Warga Bintuni ini ditangkap pertengaha­n Februari lalu,’’ tuturnya.

Dari hasil pemeriksaa­n Polres Bintuni dan Polda Papua Barat, dua senjata itu diketahui berasal dari Ambon, Maluku. ’’Kapolda Maluku memerintah Kapolres Ambon untuk melakukan penyelidik­an,’’ terangnya dalam konferensi pers virtual kemarin.

Penyelidik­an tersebut membuahkan hasil. Enam orang yang diduga terlibat dan mengetahui asal usul senjata itu ditangkap. Mereka terdiri atas 2 oknum polisi dan 4 warga sipil. ’’Dua oknum itu masih dalam pemeriksaa­n Bidpropam Polda Maluku dan Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Maluku,’’ paparnya.

Sayang, Kabagpenum tidak mengungkap dari mana asal senjata tersebut. Namun, diduga, senjata itu merupakan sisa kerusuhan Ambon beberapa waktu lalu. Hal itu diperkuat dengan banyaknya kasus jual beli senjata yang disebut berasal dari sisa kerusuhan tersebut.

Kasus dua oknum yang diduga terlibat penjualan senjata itu membuat Divpropam Mabes Polri bergerak. Kadivpropa­m Irjen Ferdy Sambo menjelaska­n, Divpropam Polri mengirim tim khusus untuk mendamping­i Propam Polda Maluku. ’’Tim ini membantu penyelidik­an,’’ jelasnya.

Menurut dia, dua oknum tersebut berasal dari Polresta Pulau Ambon dan Polres Pulau Lease. Jika memang keduanya melakukan jual beli senjata dan amunisi, Propam Polri akan segera menggelar sidang komisi kode etik setelah putusan pengadilan.

Kadivpropa­m juga mengimbau masyarakat melapor jika mengetahui tindak pidana yang melibatkan anggota Polri. ’’Polri mengajak masyarakat untuk memantau dan mencermati kasus-kasus yang melibatkan anggota,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes M. Roem Ohoirat mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Polda Papua Barat serta Polres Bintuni. ”Dari hasil pengembang­an pemeriksaa­n, pelaku yang ditahan di Polres Bintuni mengaku kalau senpi dan amunisi tersebut dibeli dari Ambon,” ujar Roem. Menurut dia, Kapolda Maluku Irjen Refdi Andri telah memerintah­kan dilakukan penyelidik­an lanjutan di Ambon.

Pada bagian lain, Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi mengatakan, dua oknum polisi itu menjual senjata ke warga sipil yang berperan sebagai perantara. Kemudian, dari perantara itu akan diteruskan ke KKB. ”Sementara ini masih perantara (yang membeli senjata dari anggota polisi). Kita akan terus menelusuri kasus ini,” kata Adam.

 ??  ?? Dua oknum itu masih dalam pemeriksaa­n Bidpropam Polda Maluku dan Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Maluku.’’
KOMBESPOL AHMAD RAMADHAN
Dua oknum itu masih dalam pemeriksaa­n Bidpropam Polda Maluku dan Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Maluku.’’ KOMBESPOL AHMAD RAMADHAN

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia