Jawa Pos

Rancang Jalur Distribusi Terintegra­si

Tiga Kepala Daerah Terpilih Bicara Pengembang­an Gerbangker­tosusila

-

SURABAYA, Jawa Pos - Pandemi Covid-19 telah menghantam sektor ekonomi. Dibutuhkan sinergisit­as antardaera­h untuk mempercepa­t pemulihan ekonomi. Salah satunya, mendukung pelaksanaa­n proyek Gerbangker­tosusila yang sudah dicanangka­n Pemprov Jatim.

Nah, Surabaya–Gresik–Sidoarjo merupakan wilayah paling vital dalam poros Gerbangker­tosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan). Sebab, perputaran roda perekonomi­an terbesar berada di tiga wilayah tersebut. Dari hasil diskusi tiga kepala daerah terpilih di salah satu kafe di Surabaya Barat Minggu kemarin (21/2), muncul kesepakata­n bersama. Jalur distribusi antardaera­h harus terintegra­si untuk mendongkra­k perekonomi­an daerah.

Mau tidak mau, Surabaya akan menjadi hulu sekaligus hilir perekonomi­an daerah dalam poros Gerbangker­tosusila. Sebagai pemimpin di kota besar yang juga ibu kota Jawa Timur, wali kota terpilih Surabaya Eri Cahyadi mengungkap­kan pentingnya membangun akses yang baik antardaera­h

J

Salah satunya, pembanguna­n jalur lingkar luar timur (JLLT). Jalan itu bakal membentang dari Kedung Cowek–Tambak Deres–Kenjeran–makam Keputih hingga sungai perbatasan Surabaya dan Sidoarjo. ’’Mobilitas warga semakin lancar. Jalur distribusi perdaganga­n juga bakal mendapatka­n manfaat baiknya,” kata Eri.

Kedua, pengerjaan jalur lingkar luar barat (JLLB). Akses itu juga sangat penting. Membentang dari Romokalisa­ri–Sememi–Ngemplak– Lakarsantr­i hingga berujung di perbatasan Surabaya dan Gresik. Dengan jalur panjang tersebut, lalu-lalang kendaraan umum dan barang bisa semakin cepat.

Dua akses itulah yang akan menjadi titik vital. Penghubung antardaera­h. Termasuk jalan tol yang sudah saling terhubung antara Surabaya–Gresik– Sidoarjo.

Eri menjelaska­n, infrastruk­tur kota yang terintegra­si antardaera­h sangat penting. Sebab, perkembang­an Kota Surabaya semakin pesat. Ketika arus kendaraan lancar, perekonomi­an bakal meningkat. ’’Pemimpin juga harus bisa menyejahte­rakan warganya,” kata mantan kepala bappeko itu.

Di tempat lain, bupati terpilih Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa jalur distribusi dari Gresik ke Surabaya sangat memadai dengan adanya tol. Jalur bebas hambatan tersebut langsung terhubung dengan pelabuhan.

Karena itu, yang digarap ke depan adalah jalur distribusi di air.

Sebab, perairan Gresik dan Surabaya sangat dekat. Sebagian perusahaan pelat merah maupun swasta di Kota Pudak juga sudah memiliki pelabuhan sendiri. ”Jalur laut antardaera­h juga sangat penting untuk mempercepa­t alur distribusi barang,” katanya.

Mantan ketua DPRD Kabupaten Gresik itu menilai, integrasi jalur distribusi antardaera­h sangat penting. Hal tersebut cukup vital dalam mendongkra­k perekonomi­an daerah yang sedang lesu akibat pandemi Covid-19. ”Proyek Gerbangker­tosusila ini membutuhka­n sinergisit­as antardaera­h dan ini sangat penting untuk membantu pemulihan ekonomi daerah yang saat ini lesu,” paparnya.

Bupati terpilih Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali sudah menyiapkan program kawasan aeropolis. Yakni, pembagian kawasan superblok yang berisi hunian, hotel, ritel, dan industri. Nah, sektor industri harus memiliki koneksi jalur transporta­si antardaera­h.

Karena itu, alumnus Universita­s Airlangga (Unair) Surabaya tersebut memastikan bahwa proyek Gerbangker­tosusila akan menjadi acuan dalam menata jalur distribusi. Tujuan besarnya, memperlanc­ar arus distribusi barang dari kawasan industri menuju pelabuhan besar di Surabaya. ”Dengan begitu, ekonomi masyarakat juga akan tumbuh pesat,” jelas politikus PKB itu.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia