Jawa Pos

Wali Kota Terpilih Dilantik secara Virtual Minggu Ini

-

SURABAYA, Jawa Pos – Tak lama lagi Surabaya memiliki nakhoda baru. Eri Cahyadi dan Armudji, wali kota dan wakil wali kota terpilih, dilantik minggu ini. Prosesi penetapan pemimpin daerah itu dirapatkan kemarin (22/2).

Pelantikan pemimpin daerah tersebut dibahas di Pemprov Jatim dan pemkot. Dalam pertemuan itu, ada sejumlah topik yang dibahas. Di antaranya, menetapkan tanggal pelantikan serta teknis pelaksanaa­n saat hari H.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Hendro Gunawan menjelaska­n, pemkot belum mendapatka­n kepastian tanggal pelantikan. Untuk sementara prosesi itu digelar 26 Februari. ’’Insya Allah (26 Februari),’’ katanya.

Untuk sementara, pelantikan tidak digelar pagi. Namun, dilakukan sore. Yakni, dimulai pukul 16.00. Perbedaan lain adalah teknis pelantikan. Sebelum Covid-19 merebak, prosesi penetapan kepala daerah dilaksanak­an di Gedung Negara Grahadi. Seluruh wali kota/ bupati dihadirkan. Mereka mengikuti sumpah jabatan

Namun, pada masa pandemi virus korona, aturan itu diubah. Tujuannya, tidak terjadi penularan virus korona yang disebabkan banyaknya kerumunan. Ada sejumlah alternatif teknis pelantikan. Pertama, tetap menghadirk­an undangan di Grahadi. Namun, jumlahnya dibatasi. Tamu juga dipastikan harus sehat.

Kedua, pelantikan dihelat secara virtual. Yakni, gubernur yang melantik tetap berada di Gedung Negara Grahadi. Sementara itu, wali kota/bupati yang dilantik berada di daerah masing-masing. ’’Alternatif­nya masih dirapatkan,’’ jelas Hendro.

Daerah yang menggelar pelantikan kepala daerah harus mematuhi aturan. Regulasi itu tertuang dalam instruksi menteri dalam negeri (inmendagri). Isinya, prosesi harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Kepala Bagian Humas Febriadhit­ya Prajatara menjelaska­n, pemkot tengah merancang prosesi pelantikan. Jika nanti digelar di balai kota, pembatasan harus dilakukan. ’’Tamu undangan dibatasi,’’ paparnya.

Dalam acara itu, tamu yang diundang adalah jajaran kepala dinas. Juga, keluarga calon wali kota dan wakil wali kota. ’’Tamu disesuaika­n dengan ruangan. Tidak boleh melebihi 50 persen kapasitas,’’ ucapnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia