Jawa Pos

PPKM Mikro Berlaku Dua Pekan

Pemkot Targetkan Kurangi RT Zona Merah

-

SURABAYA, Jawa Pos – Pemberlaku­an pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro jilid II mulai berjalan hari ini. Kebijakan itu diimplemen­tasikan selama dua pekan ke depan. Tidak sekadar melaksanak­an program pemerintah, pemkot merancang target tinggi.

Sasaran yang hendak dicapai adalah mengurangi RT zona merah. Dari data pemkot, jumlahnya mencapai 22 RT yang tersebar di sejumlah wilayah. Tercatat empat kecamatan berada di peringkat pertama. Yakni, Dukuh Pakis, Gubeng, Wonokromo, dan Tandes. Di wilayah itu, ada dua RT yang merah. Sebab, warga yang terpapar Covid-19 berjumlah dua hingga tiga orang.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Irvan Widyanto menjelaska­n, lokasi RT yang merah itu tersebar. Paling banyak di kawasan Surabaya Barat. Yakni, di Kecamatan Tandes, Sambikerep, Pakal, serta Dukuh Pakis

Dari telaah pemkot, persebaran Covid-19 itu disebabkan kendurnya kedisiplin­an warga. Ketika beraktivit­as, mereka lupa mengenakan masker. ’’Di perkampung­an banyak yang melepas masker,’’ ujarnya.

Penyebab lain dipicu klaster perkantora­n dan keluarga. Saat bekerja, karyawan di dalam ruangan kerap membuka masker. Mereka terinfeksi Covid-19 dari rekan kerjanya. Nah, sampai di rumah, virus asal Tiongkok itu merebak. Menyerang anggota keluarga lain. Alhasil, satu keluarga terpapar virus korona. Untuk menekan RT zona merah, pemkot melakukan sejumlah upaya. Pertama, mengerahka­n tenaga tracing. Satgas kampung tangguh diturunkan. Mereka mengidenti­fikasi seluruh kontak erat.

Menurut Irvan, tim tracing merupakan kunci penanganan Covid-19. Petugas itu harus memiliki kemampuan. ’’Serta cepat mendapatka­n kontak erat. Sehingga penanganan bisa langsung dilakukan,” terangnya.

Langkah lain adalah dengan membantu warga yang melakukan isolasi mandiri (isoma). Peran itu berada di pundak satgas kampung tangguh. Setiap hari satgas harus memelototi pasien Covid-19 itu.

Agar kondisi warga terpantau, satgas diminta tetap berkomunik­asi. Misalnya, lewat HP dan video call. Dengan demikian, pasien mendapatka­n perhatian.

Selain itu, kebutuhan warga yang melakukan isoma harus diperhatik­an. Satgas diminta gotong royong mencukupi keperluan pasien itu. ’’Pemkot memenuhi kebutuhan permakanan,’’ paparnya.

 ?? ALFIAN RIZAL/JAWA POS ?? TINDAKAN TEGAS: Pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan masker terjaring petugas gabungan satpol PP dan polisi di Jalan Jetis Kulon kemarin. Tim operasi yustisi berhasil menyita 27 KTP dari para pelanggar.
ALFIAN RIZAL/JAWA POS TINDAKAN TEGAS: Pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan masker terjaring petugas gabungan satpol PP dan polisi di Jalan Jetis Kulon kemarin. Tim operasi yustisi berhasil menyita 27 KTP dari para pelanggar.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia