Jawa Pos

Paus Terdampar Diduga karena Puting Beliung

-

SURABAYA, Jawa Pos – Kasus paus terdampar di Pantai Modung, Bangkalan, Madura, memantik perhatian tim medis Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universita­s Airlangga (Unair). Tim yang melibatkan dua dosen FKH, drh Bilqisthi Ari Putra dan drh Happy Ferdiansya­h, meninjau langsung dan melihat kondisi binatang.

Ketua Lapangan Tim FKH Unair drh Bilqisthi menyatakan, total ada 52 paus yang terdampar. Ketika ditemukan nelayan kali pertama, 49 paus sudah mati. Tiga ekor paus lainnya masih hidup. Namun, setelah berupaya diselamatk­an, dua di antaranya mati. Jadi, masih tersisa satu paus yang hidup dan dapat diselamatk­an. ”Jenis paus yang terdampar merupakan paus short fin pilot whale (paus pilot sirip pendek),” katanya.

Akhirnya tiga paus diotopsi. Terdiri atas dua jantan dan satu betina. Paus yang dipilih berukuran paling besar. Mereka mengambil beberapa sampel untuk pemeriksaa­n patologi di Laboratori­um FKH Unair. ”Dugaan awal belum bisa kami pastikan karena ketika kami lihat, tidak ada gangguan sonar pada paus. Begitu juga tidak ada dugaan aktivitas vulkanis bawah laut. Jadi, butuh pemeriksaa­n patologi,” bebernya.

Bilqisthi menambahka­n, ada kemungkina­n karena faktor alam. Sebab, sebelum kejadian tersebut, sempat terjadi puting beliung di Selat Madura. ”Namun, dugaan tersebut masih menunggu hasil laboratori­um,” imbuhnya.

 ?? FKH UNAIR FOR JAWA POS ?? TUNGGU HASIL PATOLOGI: Tim FKH Unair melihat kondisi paus yang terdampar di Pantai Modung, Bangkalan.
FKH UNAIR FOR JAWA POS TUNGGU HASIL PATOLOGI: Tim FKH Unair melihat kondisi paus yang terdampar di Pantai Modung, Bangkalan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia