Jawa Pos

PPKM Diperpanja­ng, Biaya Kampung Tangguh Membengkak

-

SURABAYA, Jawa Pos – Karena pemberlaku­an pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro diperpanja­ng hingga 8 Maret, kampung tangguh kembali diaktifkan. Di antaranya, menggunaka­n one gate system, membatasi aktivitas masyarakat di luar rumah, serta menerapkan lockdown wilayah jika ada warga yang tertular. Plus, melakukan penyemprot­an disinfekta­n setiap hari.

Kemudian untuk membantu permakanan warga, budi daya ikan lele dan nila serta bercocok tanam juga terus dilakukan. Misalnya, di RW V, Pogot, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kenjeran. Kemarin lima ribu benih ikan lele dan nila disebar. Bantuan diberikan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

”Selain itu, beberapa tanaman yang cepat panen seperti bayam, kangkung, dan singkong ditanam. Semua hasil panen diperuntuk­kan untuk warga,” kata Ketua RW V Zainul Arifin kemarin (22/2).

Hanya, seluruh biaya operasiona­l kampung tangguh berjalan secara mandiri. Akibatnya, dana kas RW menipis sehingga tak lagi mampu menutupi kebutuhan kampung tangguh. Seminggu biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 15 juta. Mau tidak mau, warga swadaya iuran untuk membeli peralatan kampung tangguh.

Zainul mengakui, Pemkot Surabaya sempat memberikan bantuan Rp 5 juta untuk kampung tangguh. Waktu itu pihaknya menolak. Sebab, nominalnya sangat kecil. Apalagi, seluruh uang yang diterima harus dibelikan barang. Jika tidak, uang tersebut harus dikembalik­an. Padahal, waktu itu seluruh peralatan operasiona­l seperti thermo gun, alat semprot disinfekta­n, seragam, dan peralatan penunjang lainnya telah terbeli.

”Karena itu, alangkah baiknya bantuan kampung tangguh bisa lebih besar. Dan meski berupa uang, kami bisa secara bebas menggunaka­nnya. Tidak harus untuk membeli barang. Yang penting semua pengeluara­n ada buktinya seperti kuitansi,” ujarnya.

Kepala BPB Linmas Surabaya Irvan Widyanto menyatakan, dari sekitar 1.200 kampung tangguh, hanya 650 kampung tangguh yang mengambil bantuan sebesar Rp 5 juta pada 2020. ”Dan tahun ini kami belum bisa memastikan pencairan bantuan kampung tangguh. Sebab, sampai saat ini masih dibahas,” kata Irvan.

 ?? ALLEX QOMARULLAH/JAWA POS ?? DAPAT BANTUAN: Sebanyak 5.000 benih ikan lele dan nila disebar di kolam milik RW V, Pogot, Kelurahan Tanah Kali Kedinding.
ALLEX QOMARULLAH/JAWA POS DAPAT BANTUAN: Sebanyak 5.000 benih ikan lele dan nila disebar di kolam milik RW V, Pogot, Kelurahan Tanah Kali Kedinding.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia