Indonesia dan Filipina Kembali Latihan

Kompas - - NUSANTARA - (COK)

DENPASAR, KOMPAS — Indonesia dan Filipina kembali menggelar latihan bersama penanganan pencemaran laut akibat tumpahan minyak atau Regional Marine Pollution Exercise (Marpolex). Latihan dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan menanggulangi tumpahan minyak di perairan teritorial masing-masing negara. Selain Indonesia dan Filipina, Jepang juga turut mendukung latihan Regional Marpolex. Regional Marpolex adalah tindak lanjut dari kesepahaman antara Indonesia, Filipina, dan Malaysia, dalam Sulawesi Sea Oil Spill Response Network Plan yang dibuat 1981. Latihan bersama dilaksanakan secara rutin setiap dua tahun mulai 1986. Pelaksanaan Regional Marpolex 2017 dipusatkan di perairan Benoa, Denpasar, Bali. ”Latihan ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani tumpahan minyak di laut dan dampaknya,” kata Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan, Jonggung Sitorus, dalam acara pembukaan Regional Marpolex 2017 di Pelabuhan Benoa, Selasa (16/5). Selama latihan itu, Indonesia mengerahkan 24 kapal, sedangkan Filipina mengirimkan empat kapal penjaga pantai Filipina (Philippine Coast Guard). Keseluruhan personel yang dilibatkan dalam latihan itu mencapai 833 orang, termasuk tiga personel dari Japan Coast Guard. Sitorus mengatakan, latihan bersama itu akan menyimulasikan keadaan nyata penanganan tumpahan minyak di laut, mulai dari mekanisme prosedur penanggulangan tumpahan minyak. Latihan meliputi operasi SAR, pemadaman kebakaran, penanganan tumpahan minyak dan pencemarannya, prosedur kerja sama dengan negara tetangga, serta penyampaian informasi dan organisasi operasi. Latihan bersama itu juga didukung instansi dan perusahaan, di antaranya PT Pertamina, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), PT Oil Spill Combat Team (OSCT) Indonesia, dan The Marine Disaster Prevention Center Jepang. OSCT Indonesia mengirimkan personel dan peralatan, di antaranya, alat pemagar tumpahan minyak (oil boom) dan alat penyedot tumpahan minyak (oil skimmer). Menurut Komandan Philippine Coast Guard Joel Sarsiban Garcia, Filipina berkomitmen menjalani latihan bersama dengan Indonesia sejak menandatangani nota kesepahaman 1981. Filipina membutuhkan dukungan dari negara-negara tetangga, khususnya Indonesia, terutama dalam penanganan dampak tumpahan minyak di laut lintas batas negara. Filipina menjadi tuan rumah Regional Marpolex 2015. ”Secara geografi, Filipina dan Indonesia bertetangga yang dihubungkan laut, mulai Laut Sulu sampai Laut Sulawesi,” kata Garcia. Perairan itu, merupakan kawasan strategis sekaligus berisiko terdapat tumpahan minyak karena menjadi jalur pelayaran yang ramai dilalui kapal.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.