”Der Bau” Interaksi Tubuh dengan Ruang

Kompas - - HIBURAN - (MAWAR KUSUMA)

Pertunjukan tari ”Der Bau” di Komunitas Salihara yang diselenggarakan Goethe-Institut membuat penonton mengernyitkan dahi. Penari Isabelle Schad dari Berlin, Jerman, menyajikan tarian tubuh yang polos dengan hanya dibantu material tambahan berupa empat lembar kain sepanjang 6 meter. Dari gerakan tubuh serta liukan kain, ia membentuk ruang yang mempertemukan apa yang disebutnya sebagai sesuatu dari luar dan sesuatu dari dalam dirinya. Pertunjukan dibuka ketika lampu dari atap yang menjadi satu-satunya aksesori panggung mulai menyala temaram. Tak ada musik, hanya keheningan. Di bawah siraman cahaya kekuningan, Isabelle membungkukkan badan. Bagian belakang punggungnya mulai bergerak mengikuti irama hatinya. Gerakan tersebut menjadi dramatis diiringi suara akustik yang menggema di seluruh ruangan. Seolah tulang-tulangnya bergemeretak seiring gerakan tarian. Saking intensnya gerakan-gerakan itu, punggung Isabelle tampak memerah. Gerakan dari setiap tulang punggung, tangan, perut, dada itu bergerak menuju tahapan berikutnya ketika Isabelle mulai meraih kain-kain panjang. Tubuhnya tengkurap di atas kain-kain yang dibuat dengan material khusus selama tiga bulan itu. Perlahan, kain-kain itu dicengkeram kuat sebelum kemudian Isabelle bergulung-gulung hingga membentuk bola kain. Tubuh yang seluruhnya terbalut kain itu terus bergerak di panggung pementasan. Setiap helai kain terus bergerak menciptakan bentuk-bentuk spasial yang baru Begitu pertunjukan usai, Isabelle bercanda tentang kain-kain yang melilit tubuhnya: ”it’s my evening dress ha-ha.” Sejatinya kain tersebut tak sekadar materi penutup tubuh. Kain merupakan metafora dari perpanjangan organ-organ tubuh. Ia bisa menjadi hormon, jaringan tubuh, atau tulang. Secara bersamaan, tubuh menjadi bahan untuk sebuah patung hidup yang menari. Tubuh dan kain-kain tersebut saling bereaksi secara alami dan simultan. Kain menjadi bagian tak terpisahkan dari tubuh, sebagai selubung, sekaligus sebagai pasangan. Kain juga menjadi lapisan akhir tubuh sekaligus lapisan pertama dari ruang yang lebih luas.

Sarang tubuh

Tentang minimnya kain yang melekat di tubuhnya, Isabelle seusai pertunjukan menyebut bahwa penampilannya menjadi bagian dari cara baru untuk melihat tentang tubuh. ”Kami tidak tertarik menonjolkan keseksian, tapi menawarkan cara baru untuk memandang tubuh,” katanya, Kamis (28/9) malam. Tak hanya menari, Isabelle juga berperan sebagai koreografer ”Der Bau” bersama seniman visual Perancis, Laurent Goldring. Di pertunjukan gratis pada 29 dan 30 September ini, Isabelle tampil tanpa didampingi Laurent. Ketika menggarap karya tari ”Der Bau”, mereka terinspirasi novel karya Franz Kafka berjudul Der Bau. Cerita novel yang tak terselesaikan itu menggambarkan sebuah sarang yang terbentuk dari tubuhnya sendiri, tetapi tetap menjadi tubuhnya sambil membawa serta bentuk, jejak, bau, harapan, dan keraguannya. Bertolak dari cerita itu, Isabelle dan Laurent menjelajah tentang hubungan antara tubuh dan ruang. ”Inti kerja saya adalah tubuh dengan sifatnya sebagai material. Sebagai proses dan sebagai pengalaman. Tubuh sebagai tempat, ruang, dan proses. Hubungan antara tubuh dan representasinya ibarat sebuah membran ganda,” tambah Isabelle yang mengawali karier tarinya dari balet. Dalam pertunjukan kali ini, ia berkolaborasi dengan Emma Juliard yang merancang cahaya dan Peter Bohm sebagai perancang suara, komposer, serta sutradara bunyi. Pencahayaan, misalnya, diatur dengan rapi agar tak ada bayangan tubuh dari si penari maupun kain-kain yang dipakai. Untuk bunyi akustik yang tercipta, Peter berusaha semaksimal mungkin mengimbangi agar bunyi-bunyi tersebut selaras dengan gerakan Isabelle. ”Kamu enggak akan tahu dari mana arah asal suaranya. Suara dikumpulkan dari beragam materi berbeda. Penonton harus bisa berimajinasi dari suara yang muncul,” tambah Peter. Karya Isabelle yang dinamik merupakan pertemuan antara seni tari, seni pertunjukan, dan seni rupa. Karya yang mengandalkan kekuatan stamina tubuh ini telah dipresentasikan di ajang-ajang internasional seperti Tanz im August di Berlin, Festival Seni Internasional di Beijing, dan Impulstanz di Vienna.

FOTO-FOTO: ARSIP SALIHARA

Pertunjukan tari ”Der Bau” oleh seniman asal Jerman, Isabelle Schad, digelar di Komunitas Salihara pada 29-30 September.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.