Melampaui Jebakan Nostalgia

Kompas - - PENDIDIKAN & KEBUDAYAAN - (VIDELIS JEMALI)

Hani Febriastuti (35) adalah satu dari 70 orang pagi itu yang tak punya waktu untuk berdiam diri. Dengan sejumlah helai kertas di tangan, ia berlari dari satu tenda ke tenda lain. Disinari mentari pagi, Kamis (14/12), ia bermandi peluh. Perempuan kelahiran Semarang, Jawa Tengah, itu adalah koordinator seksi acara peresmian gedung baru Sekolah Menengah Pertama Negeri Sekon, Desa Sekon, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Gedung dibangun atas inisiatif Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) dalam kegiatan bertajuk Bakti Nusantara. Gedung terdiri dari tiga ruang kelas, satu ruang guru, satu ruang kepala sekolah, satu perpustakaan, dan satu blok kamar kecil dengan empat kamar. Seluruh dinding gedung dari beton. Gedung sekolah dibangun menggantikan sekolah lama yang didirikan warga setempat. Gedung lama beratapkan daun lontar. Dinding ruang kelas dari pelepah lontar yang disusun berjejer menyerupai papan. Lantai tiga ruang kelas hanya tanah dengan laburan pasir. Tiga ruang kelas tersebut dibangun warga setempat pada Agustus 2016. Hani datang dari negeri seberang, Singapura. ”Ini seperti perjalanan spiritual. Saya melihat bagian dari realitas Indonesia dan terlibat berkontribusi untuk membuatnya jadi lebih baik meski tak seberapa,” ujar Hani yang menamatkan pendidikan dari SMA Taruna Nusantara tahun 2000. Di Singapura, Hani sehari-hari bergumul dengan teori-teori asas pemerintahan yang baik. Ia bekerja di Lee Kuan Yew School of Public Policy. Tamatan Nanyang University, Singapura, itu meninggalkan dunia mapan sejenak untuk berpanas-panas di tempat yang belum pernah ada di benaknya sebelumnya. Hani adalah salah satu dari 40 anggota Ikastara yang menyukseskan Bakti Nusantara di Timor Tengah Utara. Mereka mewakili setiap angkatan SMA Taruna Nusantara, mulai dari angkatan pertama hingga ke-22. Mereka datang dari sejumlah daerah dengan profesi beragam. Di Timor Tengah Utara, mereka bersatu membangun negeri lewat rupa-rupa kegiatan. Selain gedung baru SMP Negeri Sekon, bakti sosial tahun ini dirangkaikan dengan berbagai kegiatan lain, seperti operasi katarak, operasi bibir sumbing, sunat massal, dan pelatihan guru. Penanggung Jawab Bakti Nusantara 2017 yang juga Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Ikastara Aryo Saloko mengatakan, gedung baru SMPN Sekon dibangun sejak pertengahan September. Pembangunannya menelan biaya Rp 600 juta.

Membantu Republik

Bakti Nusantara digelar untuk kedua kali. Tahun lalu, bakti dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Bentuk kegiatan sosial tahun lalu berupa renovasi gedung sekolah dan membangun jembatan darurat. ”Kami ingin lebih banyak orang lagi bergabung, baik bersama kami maupun melaksanakannya sendiri. Kami yakin setiap orang bisa mengambil peran untuk menyelesaikan masalah di republik ini karena pemerintah tidak bisa menyelesaikan sendiri masalah-masalah itu,” katanya. Ikastara adalah contoh forum alumni yang mampu melaksanakan kegiatan konkret. Mereka telah mengatasi jebakan nostalgia tentang romantisisme masa menimba ilmu di sekolah sebagaimana umumnya ikatan alumni selama ini.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.