Atap GOR Soemantri Bocor, Kejuaraan Terganggu

Kompas - - Olahraga -

JAKARTA, KOMPAS — Hujan deras yang melanda sebagian wilayah Jakarta sepekan terakhir membuat panitia Kejuaraan Bulu Tangkis Daihatsu Astec Terbuka 2018 kalang kabut. Pasalnya, GOR Soemantri Brodjonegoro yang digunakan untuk bertanding atapnya bocor.

Pada laga hari keempat, Kamis (6/12/2018), panitia penyelenggara tampak panik saat hujan deras mulai turun. Sejumlah ember diletakkan di beberapa titik guna menampung air hujan yang turun dari atap yang bocor. Beberapa petugas pontang-panting mengosongkan ember yang hampir penuh dan mengepel lantai yang basah akibat cipratan air. Laga yang sempat tertunda karena atap yang bocor itu bisa dilanjutkan setelah hujan reda dan lantai lapangan dikeringkan.

Kekacauan lebih parah terjadi pada Selasa (4/12). Enam lapangan di Aula A serta satu dari tiga lapangan di Aula C tak dapat digunakan karena tergenang air. Hal itu diperparah dengan listrik yang sempat padam saat pertandingan berlangsung. Akibatnya, pertandingan pada hari itu molor tiga jam.

”Saya enggak habis pikir, tempat begini bagus, kok, atapnya compang-camping,” kata Ketua Penyelenggara Daihatsu Astec Terbuka Mimi Irawan.

Terlepas dari persoalan atap yang bocor, fasilitas arena di GOR Soemantri Brodjonegoro sebenarnya terbilang baik. Apalagi, arena di Jakarta Selatan itu pernah direnovasi jelang Asian Games 2018 dan digunakan sebagai salah satu fasilitas latihan atlet. ”Lampunya terang dan pendingin udaranya juga bekerja dengan baik,” kata Mimi.

Manajer Klub Exist Hendro Santoso sangat menyayangkan kebocoran atap yang sampai mengganggu kejuaraan. ”Bahkan, tetesan keringat atlet saja harus segera dipel agar kering, ini malah basah karena air hujan. Itu sangat membahayakan keselamatan atlet,” ujarnya.

Kejuaraan Bulu Tangkis Daihatsu Astec Terbuka 2018 di Jakarta diikuti 1.130 peserta dari 119 klub. Pada ajang yang berlangsung 3-8 Desember itu mempertandingkan lima kategori umur, yaitu kelompok usia anak-anak, pemula, remaja, taruna, dan dewasa.

Kejuaraan ini banyak dilirik klub-klub bulu tangkis di dalam negeri karena menjadi ajang untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman tanding atlet. ”Kejuaraan ini jadi prioritas kami setelah Kejuaraan Sirkuit Nasional,” kata pelatih ganda putri PB Djarum, Dharma Gunawi.

Hal senada disampaikan Hendro. Ia menilai, tidak banyak kejuaraan nasional yang dikelola baik dan berlangsung rutin. Itulah sebabnya, tim Exist turun pada kejuaraan ini.

Kejuaraan yang terganggu akibat atap yang bocor diharapkan tidak terulang lagi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.