Kesempatan untuk Terus Melaju

Kompas - - Olahraga -

JAKARTA, KOMPAS — Sekolah Sepak Bola Bina Taruna berkesempatan memuncaki klasemen Liga Kompas Kacang Garuda U-14 pada pekan ke-15. Hal itu tidak lepas dari hukuman pengurangan satu poin setiap pekan yang diderita oleh pemuncak klasemen saat ini, Ragunan Soccer School. Ragunan terkena sanksi itu sejak pekan ke-13 karena terbukti menurunkan pemain yang berpartisipasi lebih dari satu liga.

Pada pekan ke-15, Bina Taruna akan menghadapi tim peringkat ke-11 Villa 2000 di lapangan GOR Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (9/12/2018). Di atas kertas, Bina Taruna unggul atas Villa 2000. Apalagi, pada pekan ke-14 Bina Taruna menunjukkan performa positif dengan menang 2-0 atas tim peringkat ke-8 Matador Mekarsari. Adapun Villa 2000 menunjukkan performa negatif karena kalah 0-2 dari tim peringkat ke-9 Buperta Cibubur.

Terlepas dari itu, Bina Taruna memiliki motivasi lebih untuk mencapai puncak klasemen. Apabila menang atas Villa 2000, poin mereka akan bertambah dari 32 poin menjadi 35 poin. Adapun karena sanksi pengurangan satu poin setiap pekan, walau menang, poin Ragunan hanya bertambah dari 34 poin menjadi 36 poin.

Jika Ragunan kalah pada laga pekan ke-15 kontra SSB Matador Mekarsari, puncak klasemen akan menjadi milik Bina Taruna jika menang atas Villa 2000. Di pekan-pekan berikutnya, Bina Taruna bisa terus menjauhi Ragunan jika konsisten meraih poin penuh.

Pelatih Bina Taruna Saut L Tobing, dihubungi dari Jakarta, Kamis (6/12/2018), mengatakan, pihaknya memang diuntungkan dengan sanksi yang didapat Ragunan. Secara tidak langsung, kondisi itu memberikan motivasi bagi tim, terutama para pemain untuk mengejar Ragunan.

Akan tetapi, Saut mengatakan, dirinya pun tidak mau anak asuhnya larut dengan situasi tersebut, bahkan menjadi terlalu percaya diri. Sebab, itu justru akan menjadi bumerang. Terlalu percaya diri akan membuat atlet lengah dan justru bisa kalah.

”Termotivasi boleh-boleh saja. Namun, tetap saya minta anak-anak untuk fokus dengan diri sendiri. Jangan pernah bergantung pada nasib tim lain, dalam artian mengambil manfaat dari sanksi yang diterima tim lain. Semuanya harus tetap fokus, bermain seperti biasa, menunjukkan kemampuan terbaik,” kata Saut.

Selain Ragunan, ada tiga tim lain yang terkena sanksi serupa, yakni tim peringkat ke-16 Astam sejak pekan ke-11, tim peringkat ke-6 Siaga Pratama sejak pekan ke-13, dan tim peringkat ke-5 ASIOP Apacinti sejak pekan ke-14. Kondisi itu juga memberikan motivasi lebih bagi tim papan tengah dan bawah untuk meraih peringkat lebih baik dari tim-tim yang terkena sanksi itu.

”Paling tidak, kami yakin bisa menghindari zona degradasi karena tim-tim itu terus mengalami pengurangan poin setiap pekan,” ujar Pelatih Villa 2000 Gary Setiawan.

T akm udah

Langkah Bina Taruna dan tim-tim lain melewati raihan poin empat tim yang terkena sanksi itu tidak akan mudah. Apalagi, tim-tim yang terkena sanksi itu masih punya kesempatan memperbaiki posisi hingga juara jika bisa konsisten meraih poin penuh, terutama Ragunan.

Bahkan, tim-tim yang terkena sanksi itu cenderung tetap menampilkan permainan terbaik mereka. Ragunan, misalnya, pada pekan ke-14 tampil solid dan menang 4-0 atas tim peringkat ke-14 Mandiri Selection SS. Pada laga lain, ASIOP Apacinti menang 1-0 atas Siaga Pratama.

Pada pekan ke-15, semua tim itu juga bertekad menunjukkan permainan terbaik untuk meraih poin penuh. Ragunan juga berpeluang tetap mempertahankan posisi puncak. Ragunan akan bertemu tim yang di atas kertas memiliki kualitas di bawah mereka, yaitu Matador Mekarsari.

”Saya selalu ingatkan anakanak bahwa masa depan mereka masih panjang. Untuk itu, jangan pernah hanya main untuk saat ini. Mereka harus terus menunjukkan permainan terbaik agar dilirik tim lain di jenjang yang lebih tinggi nanti,” kata Pelatih Ragunan Rasyito Amsyah.

Sementara itu, ASIOP Apacinti akan menghadapi tim peringkat ke-7 Big Stars Babek FA. Mereka juga berpeluang untuk lebih unggul. ”Sanksi itu memang berat. Akan tetapi, saya ingatkan anak-anak bahwa masih ada kesempatan untuk naik ke papan atas. Untuk itu, saya terus minta mereka jangan pernah putus asa dan terus tunjukkan permainan terbaik hingga akhir musim,” kata Pelatih ASIOP Apacinti Ilham.

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

Pemain SSB Big Star Babek FA, Alfiansyah Aryabima (kanan), berjibaku dengan pemain SSB Bina Taruna Cibubur, Muhammad Rafli, dalam lanjutan Liga Kompas Kacang Garuda U-14 pekan ke-14 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (2/12/2018). SSB Star Babek FA menang 1-0.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.