Warna-warni Salad Betawi

Mawar Kusuma

Kompas - - Avontur | Kuliner -

Makanan aneka warna yang enak dipandang mata tersaji di The Betawi Salad. Tak sekadar enak dilihat, lebih dari 60 ragam makanan itu juga sedap dan yang paling penting sangat sehat. Kalori pada setiap porsinya pun terukur.

air warm salad sebagai tumpeng salad hangat dengan bumbu kunyit. Kembang kol tak lagi tampil melulu dingin, tetapi diolah menjadi nasi goreng sambal ijo. Irisan kentang dingin berganti rupa menjadi kentang balado kukus panas.

Perkembangan tren ke warm salad ini justru sangat cocok dengan lidah masyarakat Indonesia. Orang Asia cenderung lebih bisa makan makanan hangat dibandingkan dengan dingin.

”Kalau sudah lapar disuruh makan dingin, kok, enggak enak. Tren luar negeri berubah ke warm. Orang bilang, pergeseran kuliner terjadi tiap tahun ada. Enggak bisa stagnan,” kata Vania.

Rendang yang dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia juga dihadirkan tanpa lemak. Bahan baku beras putih pada bubur ayam tergantikan oleh oatmeal. Daging ayam yang diolah adalah bagian dada yang rendah lemak. ”Saya demen problem solving. Makanan yang guilty feeling yang biasanya enak. Gimana supaya bisa tetap sehat?” tambahnya.

Makanan tradisional Indonesia ternyata sangat berpotensi diolah menjadi lebih sehat. Citra makanan tradisional berupa gorengan atau bersantan musnah di The Betawi Salad. Perkedel jagung yang biasanya digoreng bertransformasi menjadi perkedel jagung kukus. Santan pada lontong sayur tergantikan oleh kelapa parut yang ditaburkan tanpa dimasak.

Bahan organik

Agar semakin baik bagi tubuh, masakan sengaja minim bumbu garam dengan bahan baku sayuran yang seluruhnya organik. Tak heran jika tubuh terasa lebih ringan ketika rutin mengonsumsi masakan sehat seperti yang ditawarkan The Betawi Salad.

Lokasi The Betawi Salad di The Senopati Building pun sengaja diposisikan dekat dengan tempat fitness sehingga bisa menjangkau konsumen yang memang sudah sadar gaya hidup sehat. Kandungan kalori di hampir setiap menu ditulis. Sekali makan, konsumen direkomendasikan tak makan lebih dari 350 kalori.

Selain mengenalkan masakan tradisional Indonesia yang sehat, The Betawi Salad juga hadir untuk meyakinkan bahwa makanan sehat tak melulu harus mahal. Sebagai gambaran, otak-otak dijual Rp 10.000 per potong atau Rp 2.000 lebih mahal dibandingkan dengan otak-otak pada umumnya. Namun, harga ini jauh lebih murah dibandingkan dengan otak-otak di mal kelas atas yang bisa mencapai Rp 20.000 per potong.

Dalam merancang menu, Vania sangat memperhatikan estetika makanan. Setiap piring menunya tampil menarik berwarna-warni. Tak sekadar indah, warna-warni tersebut ternyata menyimpan kekayaan beragam jenis vitamin. Jangan lupa, setiap warna itu menyimpan vitamin yang berbeda.

The Betawi Salad, Jakarta Selatan

FOTO-FOTO: KOMPAS/YUNIADHI AGUNG

Restoran

Salad Betawi

Lontong Sayur Beras Merah urban Jakarta yang sangat dinamis, The Betawi Salad pun terus berinovasi. Masakan yang dihadirkan terus berbenah mengikuti tren kuliner dunia.

Tape Bakar

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.