Happy Records

Maxim (Indonesia) - - Contents - Musical-genius

Dua yang kembali menghadirkan kekonyolan dan kecerdasan mereka.

Mungkin karena tak setenar partner- nya, Eagles of Death Metal sering dikaitkan dengan band sampingannya Joshua Homme, pentolan Queens of the Stone Age – salah satu band hard rock terbesar di dunia ini. Padahal, Eagles of Death Metal adalah tentang bagaimana brengseknya Jesse “The Devil” Hughes dan dinamika kehidupannya. Zipper Down dirilis bertepatan dengan dokumenter The Redemption of the Devil yang mengangkat secara detail hidup Hughes dalam setahun ketika ia dibaptis menjadi Katolik, bersiap menikahi mantan bintang film dewasa, menjalani sidang pengasuhan anak, dan masih memiliki waktu untuk rekaman Eagles of Death Metal. Namun, bukannya terdengar lebih serius Zipper Down malah didominasi dengan cerita tentang para wanita yang suka menggoyangkan pantat mereka seperti pada “Got a Woman” atau “Silverlake (K.S.O.F.M.).” Dari segi komposisi mereka tetap setia dengan formula lama dengan lebih banyak mendaur-ulang elemen instrumen dan struktur lagu dari lagu-lagu lama mereka. Berlawanan dengan judulnya, “Complexity” membuktikan bahwa efek-efek tak selalu dibutuhkan, selama musiknya masih bisa membuat kepala Anda bergoyang dengan nada-nada yang gembira. EoDM selalu menampilkan ciri khas mereka dalam setiap albumnya, kekonyolan atas diri dua rocker jenius yang memiliki selera humor yang bagus, dan ini masih terdengar jelas di Zipper Down. —DA

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.