The Argument

Maxim (Indonesia) - - Quickies -

Dia berdiri di belakang wanita, mencengkeram pinggangnya yang telanjang. Dia menjepit dirinya sendiri, lalu lengannya menempel di dinding ruang ganti. Satu menit dan 15 detik kemudian klimaks tercapai dan sesi ini pun selesai. Pasangan ini berpakaian kembali dan keluar dari kamar ganti seolah tidak terjadi apa-apa, tapi ternyata video seks singkat mereka muncul di dunia online, dilihat lebih dari 3 juta kali, dan menjadikan toko Uniqlo di Beijing menjadi tujuan wisata internasional. Pasangan lainnya mendapatkan ketenaran serupa yang berawal dari stasiun kereta bawah tanah Boston. Pasangan asal Inggris melakukannya di phone booth dan langsung menjadi selebriti lokal setelahnya. Tidak ada sensasi seksual, adrenalin, dan momen menegangkan lain yang seperti quickie – dan sekarang di era ponsel pintar, perilaku publik seperti ini bisa berharga secara viral. Namun, quickie bukanlah aksi media sosial belaka atau penopang variasi aktivitas di atas ranjang.

Wanita tetap menginginkan sesi yang lama dan begitupun juga dengan kita karena quickie tidak akan bisa menjadi seks terbaik sepanjang hidup kita. Artinya, quickie minim variasi posisi bercinta dan ada kemungkinan si wanita tidak mengalami orgasme. Namun, sensasi mendebarkan yang diikuti dengan kepuasan instan merupakan sesuatu yang tidak bisa ditandingi oleh sesi maraton semalam. Saat momen itu datang, cobalah untuk mengikuti perasaan dan momen, ini akan membuat sesi instan menjadi lebih panas. Oleh karena itulah video viral quickie menjadi lebih dari sekadar tontonan penasaran. Bagi wanita, quickie menyalurkan fantasi yang pernah mereka bayangkan. Namun, sangatlah menakutkan untuk melakukannya di tempat yang benar-benar tidak memungkinkan. Video tersebut bisa berfungsi sebagai layanan publik. Mungkin Anda tidak perlu sampai meniru tindakan yang dilakukan pasangan asal Rusia baru-baru ini – tidak semua orang itu eksibisionis dan penjara tidaklah seksi sama sekali – tapi jika seorang pria cukup berani untuk menarik wanita melewati beberapa pintu yang tertutup aman, saya berani bilang: ia akan mengikutinya.

Waktu Terbaik Adalah setiap saat

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.