TEKS cahyo arswandaru

Maxim (Indonesia) - - Quickies -

Dari buaian jatuh cinta hingga pedihnya patah hati telah kita dengarkan dari seorang Glenn Fredly selama 20 tahun ini. Perempuan dan romantisme memiliki peranan penting yang kemudian menjadi tema identik dalam proses berkaryanya.

Sore itu perbincangan berawal tentang kesibukan lain Glenn Fredly di luar musik. Ternyata pelantun lagu Januari ini tengah sibuk mempersiapkan sebuah rumah produksi dan akan segera merilis film baru yang berjudul Surat Dari Praha, ditambah dengan beberapa kegiatan sosial yang juga dia jalani. Menurutnya, musik lah yang menjadi awal sekaligus pengikat segala kesibukan di bidang lain tersebut. “Musik yang akhirnya mempertemukan semua kegiatan ini, dari musik saya semakin mendapat network yang lebih luas,” jelas Glenn. Bicara mengenai musik, kariernya tahun ini telah menginjak usia 20 tahun, bukan waktu yang sebentar untuk bisa bertahan dan terus berkarya. Waktu yang telah jelas menunjukkan kematangan dan kedewasaan kariernya. Kami pun kemudian mulai menilik kembali perjalanan Glenn, jauh sejak dari awal, dimana dia mulai jatuh cinta dengan musik. Glenn mengaku sejak usia dini dia sudah sangat dekat dengan segala hal yang berbau musik dan kesenian lainnya, seperti teater. Tumbuh di lingkungan dan keluarga yang sering mengartikulasikan hidup mereka melalui seni dan musik, memicu minat Glenn untuk semakin mendalami dunia musik. “Mungkin saya mulai menyadarinya sejak kelas 4-5 SD, dimana musik mengisi rumah saya. Banyak interaksi atau kegiatan yang dilakukan dalam keluarga melalui musik,” ungkapnya. Seiring berjalannya waktu mendalami bidang ini, Glenn pun merasa bahwa musik telah memberikannya sebuah pelajaran untuk berkaca, mengenal dirinya sendiri, bahkan telah menjadi semacam agama baginya. Musik kemudian berada di tingkat spiritualitas. Kami pun kemudian melontarkan sebuah pertanyaan apakah Glenn setuju dengan anggapan bahwa bernyanyi berarti berdoa dua kali untuk Tuhan. Dia pun menjawab “Banget, lewat musik kita bisa terhubung dengan partikel yang tidak bisa dilihat tapi bisa dirasakan, baik dari luar maupun dalam diri sendiri. Itu bisa dirasakan baik ketika menjadi pendengar atau pun saat bermain musik.” Perbicangan tentang musik dan bentuk spiritualitas ini kemudian beralih pada konser tunggal Glenn ‘Menanti Arah’ yang baru saja berlangsung belakangan ini. Dibalik panggung besar tersebut pesan yang ingin Glenn sampaikan sebenarnya cukup sederhana, yaitu keselarasan. Tentang komunikasi dua arah yang ingin Glenn hadirkan antara dirinya dengan penonton yang datang. Interaksi yang selaras tersebut menjadi analogi bagi kondisi sosial, yang kemudian memunculkan satu pertanyaan, masih satu arahkah kita? Dialog dalam sebuah konser baik itu panggung kecil ataupun besar sangatlah penting. Hal tersebut lah yang akhirnya mengajarkan Glenn untuk semakin menghargai interaksi dan juga karakter setiap individu yang berbeda-beda. “Ini merupakan chapter baru bagi saya. Saya sangat menikmati bagaimana para pendengar dapat menerima musik saya. Mereka membawa pulang cerita dan pengalaman setelah menonton konser. Itu tak terbayar,” jelas Glenn tentang makna konser baginya. Setelah konser, kami pun kemudian membahas soal industri musik yang bergeliat saat ini. Glenn memiliki pandangan yang menarik karena dia mengalami dua masa yang berbeda dalam menjalani karirnya di dunia musik Indonesia. Dia muncul saat masa peralihan reformasi yang jelas memiliki tantangan tersendiri bagi musisi untuk terjun di industri saat itu. Perbedaan yang jelas terlihat jika dibandingkan dengan era sekarang ialah teknologi dan informasi yang berkembang pesat. Menurutnya, kelebihan dari jaman sekarang ialah kita mendapatkan surplus akses yang mempermudah sekaligus memicu kita untuk terus menciptakan karya. Namun, di sisi lain dengan cepatnya akses dan proses tersebut, value atau nilai dari suatu karya pun otomatis berkurang. Mulai dari perspektif dalam berkarya hingga cara menikmati musik pun juga sudah jauh berbeda. Sebenarnya banyak musisi sudah siap dengan perubahan ini, namun belum didukung dengan ekositem yang memadai. Ekosistem yang dimaksud melingkupi pembuat kebijakan atau pemerintah, pihak swasta, dan mereka yang bermain di dalam industrinya. “Semua itu harus seimbang dan tumbuh bersama, agar bisa maksimal,” jelas Glenn. Mengenai nilai yang terkandung dalam karya Glenn sendiri, perempuan dan kisah cinta selalu hadir hampir dalam setiap lagunya. Dia pun mengakui bahwa perempuan memang memiliki peranan yang sangat besar dalam hidupnya. Sehingga dia ingin mengapresiasi kekuatan perempuan yang luar biasa melalui karyanya, dan dalam waktu yang bersamaan Glenn pun merasakan sebuah proses untuk lebih mengenal dirinya sendiri sebagai seorang laki-laki. Manis dan pahitnya kisah percintaaan yang disajikan Glenn melalui karyanya telah sangat melekat dalam benak kita, karena kematangan dan proses panjang telah dia lalui. Perbincangan kami akhiri karena hari sudah semakin sore dan kami pun harus melanjutkan kembali kegiatan kami masing-masing.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.