Stop Piracy!

Maxim (Indonesia) - - Movement -

Malam ya ng menega ngka n di ba rat , dan hari ya ng menyedihka n di timur.

The 58th Grammy Award baru saja berakhir dan Kendrick Lamar, rapper Compton, berhasil mencuri perhatian dengan masuk dalam 11 nominasi dan memenangkan 5 di antaranya. Sementara Taylor Swift berhasil merebut kembali Album of The Year melalui album 1989- nya. Tentu saja malam yang menggembirakan bagi banyak musisi dan para fans yang mendukung dengan membeli lagu-lagu mereka secara legal. Berkat dukungan yang luar biasa dari para fans untuk karya mereka, malam penghargaan di US terlihat sangat gemerlap. Sayangnya di Indonesia situasinya justru terjadi sebaliknya. Pembajakan yang menjadi masalah utama sejak bertahun-tahun lamanya semakin membuat karya banyak musisi sia-sia begitu saja. Bayangkan saja, pembajakan sudah menguasai pasar sebanyak 95,7 persen dan hanya menyisakan 4,3 persen untuk penjualan legal. Padahal kita punya potensi untuk bisa segemerlap Grammy Award. Lihat saja musisi-musisi kita yang kreatif bertebaran di berbagai belahan dunia, seperti Agnes Monica dengan tekad go international- nya dan Joey Alexander yang berhasil masuk dalam nominasi Best Jazz Instrumental Album dan Best Imroprovised Jazz Solo. Harapan itu masih ada dan mulailah dari diri sendiri. Sekarang saatnya teriak Stop Piracy! dan mulai beli lagu-lagu dengan cara yang benar. —SS

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.