TAMIYA: HOBI KLASIK & NOSTALGIA

Tamiya telah menjadi hobi mainan yang bukan saja soal balap cepat, tetapi juga mengoleksinya hanya untuk dilihat dalam bentuk seri klasik.

Maxim (Indonesia) - - Halaman Dapan - Teks wahyu kurniawan

NNamun di balik kecepatan, ada cerita menarik bagi para pencinta mobil mainan ciptaan Yoshio Tamiya ini, khususnya mereka penggila tipe klasik. Ya, hobi mengoleksi Tamiya klasik juga berkembang walaupun tidak semasif Tamiya racing. Walaupun dasarnya untuk race, namun Tamiya klasik sepertinya sangat jarang untuk diadu balap. Mereka yang mengoleksinya tahu betul keindahan Tamiya produksi tahun lama dengan hanya untuk dipajang, dan dipandangi. “Yang main Tamiya klasik di Indonesia itu nggak seeksis racing, karena memang tidak banyak. Harganya juga cukup mahal. Mereka yang mengoleksi Tamiya jenis ini memang berawal karena nostalgia masa lalu,” ujar Dolley salah satu penggila Tamiya klasik. Ya, bila kalian yang besar di era tahun 1990an mungkin teringat akan film animasi serial Jepang berjudul Yonkuro yang menceritakan anak-anak penggila Tamiya Mini 4WD. Tidak bisa dipungkiri, film inilah yang akhirnya menjadikan tren Tamiya menjamur di kalangan anak remaja saat itu. Beruntunglah mereka yang masih menyimpan Tamiya yang diproduksi tahun itu karena kini harganya semakin tinggi karena diburu para kolektor. Untuk masalah harga berkisar antara 2 juta rupiah hingga ada juga yang mencapai 7 juta rupiah untuk satu unit mobil Tamiya klasik. Mahalnya harga mobil Tamiya jenis klasik ini cukup beralasan karena banyak faktor yang mengikutinya. Tahun produksi, first release, dan special edition, adalah beberapa faktor yang menjadi pembeda harga Tamiya klasik. “Umur pastinya. Faktor yang paling jelas adalah rilisan awal, biasanya kalau seri-seri ini ada semacam karton pembatas buku dan grease yang terbuat dari alumunium di dalam boks-nya. Nah, kalau special edition, Tamiya ini diproduksi terbatas, biasanya hanya dibedakan dengan material chassis warna transparan dan ban yang yang berwarna,” terang Dolley. Hot Shot Junior, The Hornet Junior, The Fox Junior hingga Super Dragon Junior adalah beberapa tipe atau jenis Tamiya klasik rilisan awal (1980-an) yang menjadi koleksi paling mahal untuk diburu para kolektor Tamiya klasik. Begitu juga dengan tipe Dash Emperor yang booming saat film serialnya tayang di tahun 1990-an. “Tamiya klasik yang paling diburu kolektor itu biasanya Tamiya first release yang muncul di pertengahan tahun 1980-an. Di tahun segitu biasanya dominan dengan chassis tipe satu (tipe pertama di seri chassis Mini 4WD),” terang Dolley yang memiliki koleksi Tamiya klasik kesayangan mobil Dash Emperor

chassis tipe 3 warna coklat keabu-abu produksi Indonesia. Berbicara Tamiya, memang tidak banyak yang tahu bila pernah diproduksi di Indonesia. Berdasarkan literatur yang ada, sebuah perusahaan asal Indonesia bernama Modern Indocitra dan pihak Tamiya Jepang sepakat memproduksi Mini Yongku di Indonesia. Jadi, sejak Mei 1992, Tamiya Mini Yongku tipe Dash-1 sampai Dash-5 mulai dibuat di Cikande, Serang, Jawa Barat. Pada perjalanannya, Modern Indocitra akhirnya hanya memproduksi mobil jenis Dash-1 hingga Dash-5 sebanyak 100 ribu unit. Kemungkinan biaya produksi yang mahal menjadikan produksi di Indonesia akhirnya dihentikan. Di samping komponen gear yang harus diimpor dari Jepang, yang mungkin saja mempengaruhi tingginya biaya produksi. Nah, yang membedakan tipe Dash buatan Jepang dan Indonesia terletak pada warna chassis-nya. Produksi Jepang berwarna hitam, sementara produksi Indonesia berwarna cokelat atau keabu-abuan. Tidak sulit sebenarnya menemukan deretan mobil Tamiya klasik ini. Banyak forum yang membahas hingga memperjualbelikan barang ini. Karena jumlah kolektor yang tidak terlalu banyak, informasi akan keberadaan jenis mobil Tamiya ini menjadi mudah untuk dilacak dan ditemukan, hingga akhirnya dimiliki, tentunya dengan harga yang tinggi. Okelah, itu sedikit banyak bahasan tentang Tamiya klasik yang mungkin saja dapat membuat Anda berikir untuk mulai menggeluti mengoleksi Tamiya jenis ini. Tidak hanya sekadar hobi, koleksi ini juga sebagai investasi, mengingat harganya yang semakin tinggi seiring tahun berganti. Selamat menikmati!

1. Bermacam koleksi di toko Tamiya di Shimbashi, Tokyo, Jepang. 2. Tampak depan toko Tamiya di Shimbashi, Tokyo, Jepang. 3. Hasil buruan salah satu kolektor Tamiya klasik di Indonesia. 4. Salah satu hasil custom dari Tamiya klasik. 5. Adu cepat dari...

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.