Winky

Maxim (Indonesia) - - Winky Wiryawan -

memberikan alasan terbaik untuk tampil di edisi Agustus 2017 ini dengan mengedepankan dua temannya yang telah lebih dulu menjadi fashion icon dalam sejumlah halaman MAXIM Indonesia, Mike Lewis (Januari 2017) dan Maruli Tampubolon (Maret 2017). Kami tidak ingin membanggakan diri, tapi Winky menilai semua hasil foto yang kami hasilkan menjadi alasan terbesar untuk dirinya ingin sekali difoto oleh kami. Secara jujur, Winky menyenangi hasil foto dari keduanya, tapi tidak sedikit pun berharap bisa menyaingi kedua temannya itu yang kelihatan lebih oke tampil di depan kamera. Tampil sebagai model memang bukan yang pertama kalinya buat Winky. Dia sudah pernah beberapa kali mempresentasikan dirinya di depan mata kamera dan juga khalayak ramai dengan busana-busana karya seorang perancang, tapi ternyata itu bukan menjadi sesuatu pengalaman yang bisa dibanggakan olehnya. “Gue pernah diminta bantuan beberapa kali untuk menjadi model catwalk, tapi jadinya lawak,” ujarnya membuka obrolan dengan kami. Pria kelahiran 9 September 1973 ini memang sudah sering mencoba banyak hal baru di dalam dunia hiburan karena menurutnya itu merupakan sesuatu yang wajib dilakukan. Winky sudah lama menekuni karier sebagai seorang DJ dan di sela-sela waktunya menggeluti profesi tersebut, dia juga bermain dalam sejumlah judul film. Sayangnya, terjun ke dunia model bukan menjadi pilihan bersahabat untuknya karena selain tidak begitu percaya diri, Winky juga mengaku tidak memiliki cita rasa yang baik dalam untuk urusan berbusana. Dia mengaku banyak orang-orang di sekitarnya sangat mengikuti mode terkini, tapi dia hanya berbicara jujur mengenai penampilannya sehari-hari. “Gue punya beberapa koleksi t-shirt band dan kadang gue pakai kaos yang sama di beberapa acara. Pakai yang itu-itu aja kalau memang lagi suka sama satu t-shirt.” Mendengar istilah band, kami pun teralihkan oleh kesibukan barunya dengan tergabung dalam dua projek musik lainnya. Winky Wiryawan sekarang sedang disibukkan dengan dua band dengan dua aliran musik berbeda, satu band beraliran metal dan satu lainnya beraliran jazz. Winky mengaku bukan masalah pembagian waktu yang menjadi kendala dari banyaknya projek baru yang dia jalani, melainkan perbedaan aliran inilah yang menjadi tantangan baru yang dihadapi oleh Winky dalam menjalani semuanya. Winky sebenarnya sudah terasah dalam genre rock dan metal sejak pertama kali mengenal musik, tapi musik EDM sudah menjadi bagian hidupnya dan membuat dia tampaknya harus banyak menyesuaikan lagi dengan gaya musik metal dan jazz. Oleh karena itu, Winky tetap serius dalam menjalani semuanya, terutama untuk projek musik jazznya bersama dengan band barunya Fun on The Weekend. “Gue sampai les gitar lagi, datengin guru gitar, dan dengerin referensi musik jazz. Kebanyakan musisi rock yang pindah ke jazz itu susah banget, tapi di sinilah gue menemukan tantangan baru yang membuat gue selalu hidup.” Banyaknya projek ini juga yang membuat Winky dinilai kurang fokus dalam menekuni bidangnya. Untungnya, Winky tidak terlalu ambil pusing dengan semua anggapan dari banyak orang karena sepengetahuannya pula banyak artis Hollywood yang juga mencoba hal baru, seperti tergabung dalam sebuah band atau mencoba bermain film dengan genre berbeda. Mungkin sebagian besar karier mereka tidak sebagus waktu mereka mengambil jalan awalnya, tapi Winky menilai mencoba itu lebih baik daripada tidak sama sekali. “Misalnya, Anda dikasih lima jari oleh Tuhan, masa cuma dipakai tiga jari doang, ya pasti limalimanya dong. Mungkin dua tidak berhasil, tapi tiga yang lainnya mungkin bisa berguna,” Kata kuncinya: setidaknya, mereka mencoba dan Winky cukup bijaksana dengan mengucapkannya.

Memandang Sebuah Nasionalism e Modern

Bukan lagi dengan mengangkat senjata, mengenakan batik dan menghormatinya sebagai kearifan lokal bangsa Indonesia terbilang sebagai bentuk nasionalisme era modern. Winky pun setuju dengan hal itu dan menganggap tema yang diangkat MAXIM untuk edisi Agustus

2017 ini. Beberapa koleksi bermotif batik yang dipresentasikan oleh Winky pun dianggapnya cocok untuk menggambarkan nasionalisme modern yang sepertinya sudah semakin luntur di generasi muda dewasa ini. Winky yang lahir dan dibesarkan oleh keluarga tentara tahu benar rasanya ditanamkan nasionalisme sejak kecil, mulai dari disiplin dengan jadwal hingga selalu tepat waktu dalam menjalani semua kegiatan. Bukan hanya itu, pengalaman Pancasila sebagai dasar-dasar negara pun ditanamkan secara langsung dari dalam rumah dan juga sekolahnya. Jadi, bukan tanpa alasan kalau kita menyebut Winky salah satu dari sekian banyak musisi Indonesia yang masih menjunjung tinggi nasionalisme. “Kendalanya, mungkin saja sekarang orangorang sudah nggak dapat pengalaman itu lagi dari kakek-nenek Anda, malah mungkin generasi orang tua sekarang malah lebih doyan gaul. Makin ke sini makin tipis dan hal tersebut gampang sekali disusupi oleh oknum yang nggak bener. Mungkin sudah ada saatnya lingkungan keluarga untuk lebih menyadari dasar-dasar negara.” Terakhir Winky juga memberikan kiat untuk membangkitkan rasa nasionalisme dalam diri Anda. Cukup traveling ke seluruh dunia dan memulainya dari tempat terdekat dari tempat Anda berdomisili. Winky pun berbagi pengalamannya saat berkunjung ke beberapa negara yang hanya memiliki beberapa ciri khas saja. Hasilnya, dirinya merasa bosan karena satu ujung negara sampai bagian ujung lainnya hanya hal yang itu-itu saja yang didapat. “Berbeda dengan Indonesia yang walaupun kecil di peta dunia, tapi kekayaan kita banyak, bahasa kita banyak, kebudayaan kita banyak banget.” Winky melanjutkan ceritanya dengan beberapa perjalanan ke pelosok Indonesia dan berkomunikasi dengan masyarakat setempat. Takjubnya dia saat mengetahui kalau semua makanan yang ada di Indonesia itu enak. Selain itu, topik obrolan yang dibincangkan pun tidak jauh berbeda. Saat kembali ke Jakarta, dia pun menyadari kalau semua daerah yang dia datangi sebenarnya Indonesia dan sebenarnya semuanya berada dalam payung yang sama. “Dan gue bisa bilang gue bangga menjadi orang Indonesia dan melihat bendera Merah Putih berkibar.” Pesan dari Winky pun bukan hanya menutup obrolan kami, tapi juga menjadikannya fashion icon terakhir yang akan tampil di MAXIM Indonesia. Winky cukup kecewa saat mendengar ini merupakan edisi terakhir, tapi dia tetap mengingatkan Anda dengan satu kalimat sakti. “Kalau sudah mendapat nomor kontak wanita MAXIM, langsung telepon aja!”

HALAMAN ini (Atas): Sunglasses, Tom Ford available at Optik Seis. Shirt, sweater & pants, WOOD. Watches, Tommy Hilfiger available at Watch World. Blazer, DPC available at Central. (Bawah): Shirt, sweater & pants, WOOD. Watches, Tommy Hilfiger available at Watch World. Blazer, DPC available at Central. Halaman seBELUMNYA: Watches, Tommy Hilfiger available at Watch World. Jacket, WOOD.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.