Apa yang terjadi pada 730 HPK

Setelah lahir, Si Kecil pun memasuki tahap berikut dalam 1.000 hari pertama kehidupannya. Selama 730 hari, Si Kecil melalui masa-masa akhir penentuan kualitas fisik dan mentalnya.

Mother & Baby (Indonesia) - - M&bbaby -

Setelah lahir, penyempurnaan organ tubuh seorang bayi juga akan berlanjut. Tumbuh kembang otak juga berlangsung sangat progresif. Sebanyak100 triliun sel saraf (neuron) saat bayi baru lahir menjadi 1000 triliun sel di saat anak berusia 1 tahun. Di usia 2 tahun, volume otak telah mencapai 70 persen kesempurnaan dibanding dengan saat Si Kecil sudah dewasa. Pembentukan sinaps (jalinan saraf satu dengan yang lainnya) juga sangat bergantung pada kehidupan awal ini. Sebanyak 700 sinaps per detik berkembang di tahun pertama kehidupan Si Kecil. Di masa ini, perkembangan sensorik terutama visual dan pendengaran, bahasa dan bicara, serta fungsi kognitif anak berkembang pesat (Thompson & nelson, 2000).

Tumbuh-kembang Otak

Untuk mendukung pertumbuhan otak yang akan berpengaruh pada perkembangan kognitif Si Kecil, diperlukan faktor lingkungan yang mendukung di 1.000 HPK Si Kecil. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik hanya berpengaruh 20% terhadap tumbuh kembang seorang anak, sementara 80%-nya merupakan hasil interaksi berbagai faktor lingkungan seperti nutrisi, olahraga, dan berbagai faktor lain.

Faktor lingkungan yang meliputi kecukupan gizi serta stimulasi untuk perkembangan otak anak merupakan hal penting yang akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan otak Si Kecil. Karena, seberapa banyak sel otak yang terbentuk dan seberapa banyak koneksi yang terbentuk di antaranya, serta bagaimana koneksi pada otak terhubung, dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Jika gizi Si Kecil tidak tercukupi selama dua tahun pertama kehidupannya, maka akan mengakibatkan kemampuan kognitifnya lebih rendah. Dampaknya pun akan bersifat permanen atau seumur hidup. Dokter Fiqa membenarkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan sel saraf dan otak yang terhambat akibat gangguan nutrisi ini menjadi dasar terjadinya gangguan perkembangan anak di berbagai aspek perkembangan seperti aspek sensorik, motorik, bahasa dan bicara, sosial-emosional, serta perkembangan kognitif. Selain itu, menurut UNICEF, jika gizi anak tidak terpenuhi selama 2 tahun pertama, maka dapat memengaruhi kekebalan tubuhnya. Juga berdampak pada perkembangan penyakit degeneratif, seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, hipertensi, dan stroke di fase kehidupan selanjutnya.

Perkembangan Fisik

Pada rentang usia 1-2 tahun, Si Kecil tidak hanya mengalami perkembangan pada otaknya, melainkan juga mengalami perkembangan fisik yang cepat. Sampai berusia 2 tahun, kenaikan tinggi badan anak bisa mencapai 75% dari tinggi badannya saat lahir. Melansir dari Cliffnotes, umumnya berat Si Kecil akan bertambah 2 kali lipat di usia 6 bulan dari berat lahirnya, dan akan bertambah tiga kali lipat saat ulang tahun pertamanya. Demikian pula tingginya, Si Kecil akan tumbuh 2550 cm, dan proporsi tubuh bayi akan mengalami perubahan selama 2 tahun pertama. Ukuran kepala Si Kecil juga akan berkurang secara proporsional. Dari 1/3 ukuran tubuh saat lahir, lalu menjadi 1/4 pada usia 2 tahun, hingga menjadi 1/8 pada masa dewasa. Lagi-lagi Moms harus memperhatikan faktor lingkungannya untuk mendukung pertumbuhan fisiknya ini. Karena, jika faktor lingkungan tidak mendukung, dapat menyebabkan kenaikan tinggi badan anak tidak optimal. Tak heran bila nanti tinggi badannya akan lebih pendek dibandingkan anak lain seusianya yang mendapatkan nutrisi lebih baik. Selain itu, menurut dr. Fiqa pemantauan pertumbuhan menjadi suatu hal yang sangat penting. Berat badan anak harus dipantau secara teratur yakni 1 kali dalam sebulan untuk anak berusia 0-1 tahun, dan 1 kali dalam 2-3 bulan untuk anak berusia 2-3 tahun. Pemantauan pertumbuhan dilakukan dengan mengukur tinggi atau panjang badan serta lingkar kepala berdasarkan referensi grafik pertumbuhan.

“Pada rentang usia 1-2 tahun, Si Kecil tidak hanya mengalami perkembangan pada otaknya, melainkan juga mengalami perkembangan fisik yang cepat.“

Nutrisi Penting di 730 HPK

Pada usia 1-2 tahun, Si Kecil membutuhkan hampir tiga kali lebih banyak energi untuk ukuran mereka daripada orang dewasa. Karena itu, ia perlu mengonsumsi makanan yang sehat dan gizi seimbang. Keseimbangan nutrisi yang tepat dan sesuai kebutuhan akan mendukung perkembangannya sehingga optimal. Nutrisi yang paling diperlukan pada usia ini adalah vitamin D dan zat besi.

Vitamin D

Menurut Kidshealth, susu merupakan bagian penting dari kebutuhan Si Kecil pada usia ini karena mengandung kalsium dan vitamin D yang dapat membantu membangun tulang yang kuat. Lemak yang dibutuhkan bagi pertumbuhan normal dan perkembangan otak Si Kecil umumnya didapatkan dari susu. Ketika Si Kecil telah berusia 2 tahun, Moms dapat beralih ke susu rendah lemak atau tanpa lemak. Usia ini merupakan masa peralihan dari ASI ke susu sapi. Wajar bila sebagian anak tidak suka susu sapi pada awalnya karena berbeda dengan ASI atau susu formula yang biasa mereka minum. Moms bisa mencampur susu sapi dengan susu formula atau ASI, dan secara bertahap menyesuaikan campurannya hingga akhirnya menjadi 100% susu sapi.

Zat Besi

Kekurangan zat besi setelah Si Kecil mencapai usia 1 tahun dapat memengaruhi perkembangan fisik, mental, dan perilaku mereka, dan dapat menyebabkan anemia. Cegah kekurangan zat besi dengan cara: - Batasi asupan susu Si Kecil hingga 480 mililiter per hari. - Sertakan makanan kaya zat besi dalam makanannya (daging, ayam, ikan, kacang-kacangan, dan makanan lain yang diperkaya zat besi). Tetap sajikan sereal yang diperkaya zat besi sampai ia bisa mengonsumsi makanan kaya zat besi lainnya (di usia 18-24 bulan).

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.