Duma Riris & Judika

“Berbagi Peran Mengurus Anak”

Mother & Baby (Indonesia) - - Halaman Dapan - Kompak Berbagi Tugas

Cleo “Si Anak Papa” dan Judeo “Si Anak Mama”. Begitulah gambaran kedekatan Duma dan Judika dengan kedua anak mereka. Selama pemotretan cover M&B terlihat jelas Cleo tidak ingin jauh dari Judika. Judeo juga tak bisa lepas dari Duma. Meskipun begitu, pasangan yang menikah 2013 silam ini tetap terlihat kompak. Yuk, ikuti keseruan keduanya dalam mengurus buah hati mereka!

Senang ya, anak sudah dua?

Duma (D): Happy ya, kalau kata orang sudah lengkap. Kebetulan kami diberi kepercayaan oleh Tuhan sepasang anak perempuan dan laki-laki tanpa harus menunggu lama. Keluarga tidak memaksakan menambah anak lagi. Tapi, ibu saya sih tetap minta nambah cucu lagi, agar cepat kelar dan sekalian repot katanya, haha. Judika (J): Rasanya senang, sudah dapat satu anak perempuan, satu laki-laki. Mereka lucu-lucu, pintar, nyenengin dua-duanya. Mereka jadi ‘obat’ penghilang lelah sepulang kerja.

Anak-anak sudah bisa apa?

D: Cleo sekarang makin banyak ngomong, sudah makin mengerti. Dan sekarang lagi suka meniru. Jadi saya harus mencontohkan hal-hal yang baik. Ia juga sudah bisa nego ketika disuruh sesuatu. Sekarang ia sedang rajin cuci piring, cuci baju, ngepel. Kalau Judeo, lagi belajar bicara. Kebetulan ia agak lebih lama mulai bicara dibanding Cleo. Kadang belum jelas, ditambah lagi ia lebih sering ngomong bahasa Inggris karena sekolahnya dua bahasa. J: Buat saya, tidak masalah kalau memang lebih sering bicara bahasa Inggris, yang penting ia bicara.

Ada perbedaan perlakuan?

D: Mungkin perhatiannya beda. Cleo kan cepat punya adik, jadi saya usahakan Cleo tidak merasa ada saingan. Waktu itu saya lebih berkonsentrasi mengurus Cleo karena dia sudah mulai mengerti. Efeknya, Judeo jadi lebih mandiri. Bisa tidur sendiri, lebih jarang digendong. Dulu Cleo sampai usia 2,5-3 tahun kalau tidur masih digendong.

Berbagi tugas juga?

J: Saya biasanya dapat jatah mengurus Cleo, karena ia lebih dekat dengan saya. D: Kalau Judika di rumah, Cleo sudah langsung ke papanya. Minta dimandikan atau digantikan baju. Saya tidak pernah khusus membagi tugas karena Judika kalau pulang pasti capek. Ikut tuntutan anak. Judeo dengan saya.

Cleo dan Judika dekat ya?

J: Dekat sekali. Dia bisa usil memasang kuteks ke kuku saya. Ya, saya pasrah

saja. Di usia mereka sekarang ini kan otaknya sedang berkembang, jadi ingin melakukan apapun. Apa yang mereka lihat, tonton, akan dicontoh, karena rasa keingintahuannya tersebut. Tidak masalah lah itu buat saya. D: Cleo begitu karena sudah tidak ada bahan lagi itu, haha. Suka duka jadi orang tua?

D: Hal terberat adalah ketika anak sakit. Apalagi Cleo yang ada riwayat kejang demam. Pertama kali, waktu demamnya 38-39ºc saya masih kasih waktu untuk ia melawan. Ternyata buat anak yang punya gen kejang demam, itu bahaya. Saat itu saya tidak tahu. Rasanya saya mau mati saja, melihat anak kejang sampai tidak sadar. J: Hal menyenangkannya adalah ketika kami kumpul bersama. Di mana pun. Apalagi kalau lihat anak-anak banyak makannya. Selain itu hal yang menyenangkan ketika lihat mamanya senyum, haha. (rayu Judika pada Duma) Cara Anda membagi waktu?

J: Sekarang manajemen sudah under saya. Duma juga komisaris jadi dia bisa atur dan batasi schedule saya. Kalau ambil job nyanyi saya pilih first flight. Jadi, kadang anak-anak tidak tahu saya pulang, ketika mereka bangun tidur saya sudah ada di rumah. Pokoknya saya tetap prioritaskan keluarga. Mereka protes Anda sibuk?

D: Cleo sudah bisa protes. Tapi saya biasakan dari kecil untuk memberi tahu kalau papanya kerja. Dulu awal-awal ia nangis dan mencari papanya. Kalau lihat Judika pergi, ia suka minta ikut juga. Jadi, Judika harus ngumpet kalau mau pergi. Pernah, Judika baru pergi, langsung videocall karena Cleo nangis. J: Saya juga berusaha memberi pengertian bahwa saya harus kerja. Anda ingin anak-anak masuk dunia entertainment? D: Mereka tiap hari mendengar musik, bahkan saat tidur, jadi lebih ke musik. Tapi tetap lihat bakat mereka dulu dan arahkan sesuai hobi. Menekuni hobi tentu menyenangkan. J: Setiap hari saya nyanyi, main piano, otomatis mereka dekat dengan musik. Saya tidak mengharuskan mereka jadi penyanyi. Paling tidak mereka harus bisa nyanyi dan main alat musik.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.