WASPADAI PREG OBESITAS, MOMS!

Kenaikan berat badan saat hamil memang wajar terjadi. Namun, Moms tetap harus memantau berat badan Anda agar terhindar dari risiko pregobesitas!

Mother & Baby (Indonesia) - - M&bpregnancy -

Saat hamil, Moms dianjurkan mengonsumsi makanan penuh gizi seimbang, karena akan bermanfaat bagi kesehatan janin dan kehamilan Anda. Namun, hal ini tak jarang menimbulkan anggapan keliru bahwa ketika hamil porsi makan menjadi dua kali lipat lebih banyak untuk memenuhi nutrisi Moms dan Si Kecil. Alih-alih menyehatkan buat Anda dan Si Kecil, hal ini justru akan berdampak serius pada kesehatan Moms dan janin, hingga berisiko mengalami pregobesitas. Untuk mengetahui informasi seputar pregobesitas dan cara menghindari risikonya, yuk simak pembahasan M&B berikut!

APA ITU PREGOBESITAS?

Pregobesitas merupakan gabungan dari dua kata yaitu pregnancy dan obesitas yang dapat diartikan sebagai keadaan di mana Moms mengalami kenaikan berat badan berlebih saat hamil. Kenaikan berat badan ini bisa disebabkan karena Anda mengonsumsi makanan dan kalori yang berlebihan saat hamil.

MOMS MENGALAMI PREGOBESITAS?

Untuk mengetahui apakah Moms mengalami pregobesitas atau tidak, Anda perlu memantau penambahan berat badan sepanjang kehamilan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI). Perhitungan BMI ini disesuaikan dengan tinggi dan berat badan Moms sebelum hamil. BMI ini dapat dihitung dengan cara membagi berat badan Anda (dalam satuan kg) dengan kuadrat tinggi badan (dalam satuan meter). Melansir dari momjunction.com kenaikan berat badan yang Moms alami juga tergantung pada janin yang Anda kandung, misalnya satu anak, anak kembar dua atau lebih. Untuk mengetahui berapa kenaikan berat badan normal yang harus Moms capai saat hamil, Moms bisa melihat bagan kenaikan berat badan yang direkomendasikan Kementrian kesehatan New Zealand saat hamil, baik jika Moms mengandung satu anak maupun anak kembar.

Jika bayi yang Moms kandung lebih dari 2, tidak ada panduan khusus atau standar penambahan berat badan yang direkomendasikan. Karena itu, Moms harus mengonsultasikan langsung dengan dokter kandungan untuk mengetahui berapa berat badan ideal yang harus Moms peroleh selama hamil. APA DAMPAK PREGOBESITAS?

Jika Moms kelebihan berat badan atau obesitas selama kehamilan, Anda berisiko mengalami beberapa komplikasi seperti berikut:

1 Preeklamsia

Preeklamsia ini ditandai dengan tekanan darah tinggi selama kehamilan dan tanda-tanda kerusakan pada beberapa organ tubuh seperti ginjal, hati, dan sistem organ lainnya yang mungkin tidak berfungsi dengan baik. Menurut National Health Service (NHS) England, jika pada awal kehamilan BMI Anda mencapai 35 atau lebih, risiko preeklamsia dua kali lipat lebih besar dari wanita yang memiliki BMI di bawah 25.

2 Diabetes Gestasional

Jenis diabetes ini umum dialami beberapa ibu hamil. NHS England menyatakan, jika BMI Anda 30 atau lebih, Anda tiga kali lebih berisiko mengalami diabetes gestasional daripada wanita dengan BMI di bawah 30.

3 Penggumpalan Darah (Blood Clots)

Pada dasarnya semua wanita hamil memiliki risiko penggumpalan darah lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil. Jika BMI Anda mencapai 30 atau lebih, risiko terjadi penggumpalan darah juga semakin meningkat.

4 Operasi Caesar

Jika Moms mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, kemungkinan besar Anda akan menjalani operasi caesar, dan biasanya Moms bisa mengalami komplikasi dari bedah caesar, seperti infeksi atau kehilangan banyak darah.

5 Keguguran

Menurut NHS England, secara keseluruhan risiko keguguran di bawah kehamilan 12 minggu adalah 20%. Jika Moms memiliki BMI lebih dari 30, risikonya adalah 25%.

6 Bayi Lahir Besar

Jika Moms mengalami kenaikan berat badan melebihi batas rekomendasi, kemungkinan Anda akan melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg.

Risiko dari kenaikan berat badan saat hamil tidak hanya dirasakan oleh Moms, melainkan akan berdampak pula pada Si Kecil, seperti: • Bayi lahir lebih awal, yaitu sebelum 37 minggu, dan peningkatan risiko bayi lahir mati (stillbirth) pada wanita yang Bminya mencapai 30 atau lebih. • Selain kelainan janin, risiko yang lebih tingginya seperti cacat tabung saraf yaitu spina bifida. Jika BMI Moms mencapai lebih dari 40, risikonya tiga kali lipat lebih besar dari risiko seorang wanita dengan BMI di bawah 30.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.