Dominique Diyose

Naik Gunung Saat Hamil

Mother & Baby (Indonesia) - - Asi Club -

Setelah menjadi ibu, Dominique Diyose, 30, fokus mengurus anak laki-laki pertamanya, Meru, dan berkomitmen untuk menjadi ibu yang siap memberi ASI sampai usianya menginjak 2 tahun.

Model cantik, Dominique Diyose merasa sangat bersyukur dengan kehadiran putra pertamanya, Aksadaru Mahameru yang sudah memasuki usia 4 bulan. Ia pun menganggap bahwa pemberian ASI kepada Si Kecil sangat penting agar pertumbuhannya optimal. Dominique yang saat ini juga menjalankan sekolah modelling bersama ketiga sahabatnya berbagi tantangan dan keseruannya mengurus Si Kecil kepada Mother&baby Indonesia.

Apa rasanya saat hamil?

Waktu trimester awal, saya sempat merasa mual yang luar biasa. Ini mungkin karena keturunan keluarga, jadi rasanya seperti menyiksa. Namun setelah bulan ke-empat, saya sempat menjalani road trip dengan medan yang cukup berat. Bahkan masih naik gunung dan berendam di dalam laut selama 1,5 jam. Mungkin ini yang membuat Meru menyukai alam.

Bagaimana proses persalinan Meru?

Dari awal saya sudah memutuskan untuk gentle birth di rumah. Hasil cek kehamilan menunjukkan semua dalam kondisi baik. Jadi, memungkinkan untuk menjalani persalinan di rumah. Prosesnya juga cepat. Setelah kontraksi selang 20 menit dan menunggu sekitar 3,5 jam dari pembukaan terakhir, Meru lahir pukul 14.39.

Ada yang berubah setelah kehadiran Meru?

Setelah jadi ibu, selain jam tidur, pola pikir juga berubah. dan tambah sabar. Rasanya happy banget, sampai menangis selama seminggu karena bahagia dengan kehadiran Meru. Selama mengurus Meru, saya dibantu keluarga, jadi sangat terbantu sekali dengan dukungan dari semuanya.

Ada hambatan saat menyusui?

Tidak ada kesulitan. Namun, saya sempat tidak tahu bahwa payudara harus dipijat agar ASI lancar. Jadi, saluran ASI sempat terhambat. Untungnya tidak sampai mastitis. Rasanya ASI yang keluar cukup banyak, tapi nutrisinya seperti tertahan di dalam. Akhirnya, payudara saya dipijat dengan bantuan ahli. Rasanya sangat sakit. Tapi setelahnya ASI lebih lancar.

Arti ASI bagi Anda?

Menurut saya, menyusui itu sesuatu yang lumrah dan bisa dilakukan oleh semua ibu. Karena ini merupakan saatnya ibu dan Si Kecil membangun kedekatan satu sama lain. Kalau ada masalah ASI, saya tidak mau khawatir karena malah membuat ASI jadi sedikit.

Tidak ingin pakai baby sitter?

Saya merasa masih bisa mengurus Si Kecil sendiri walaupun harus bangun tidur lebih pagi atau membawa barang jadi lebih banyak kalau pergi dengan anak. Yang paling penting, bisa membangun bonding. Sayang jika waktu yang harusnya bisa untuk mendekatkan saya dan Meru, dihabiskannya bersama baby sitter.

Bagaimana Anda dan suami berbagi tugas?

Suami saya termasuk ‘bapak ASI’, jadi saat Meru tidak mau menyusu dari botol, ayahnya akan membangun bonding dulu sampai Meru akhirnya mau minum susu. Kami berdua juga menerapkan metode parenting “good cop, bad cop”. Jadi, kalau misalnya saya yang sedang marah kepada si kakak, Padme, ayahnya yang akan menenangkan atau menyampaikan nasihat secara baik-baik. Begitu juga sebaliknya, jadi ada saatnya untuk tegas dan bersikap lembut sama anak. Sampai sekarang kami masih belajar untuk mengurus anak bersama. Tapi, sejauh ini hasil evaluasi yang kami berdua lakukan menunjukkan semuanya berjalan lancar.

Ada kekhawatiran tertentu?

Saya tidak khawatir jika anak-anak jatuh dan terluka. Itu adalah saatnya mereka bereksplorasi. Saya lebih khawatir dengan perkembangan teknologi. Saya sudah sampaikan ke suami dan keluarga, kalau saya tidak secara intens memberikan gadget atau televisi pada anak-anak sampai usia mereka cukup. Buat saya, kids should be kids, anakanak harus tetap layaknya anak-anak yang bermain dengan bebas.

Bagaimana Anda mengembalikan bentuk tubuh pasca-melahirkan?

Saya tidak mau sembarangan dalam urusan pola makan. Apalagi itu bisa memengaruhi produksi ASI. Jadi, yang penting mengonsumsi makanan bergizi, seperti sayur dan daging agar nutrisi ASI maksimal. Mungkin juga karena saya mengurus Meru sendiri, seperti menggendong atau mencuci pakaiannya, jadi gerak tubuh lebih banyak. Sesekali bermalas-malasan, tetapi tetap bergerak. Saat Si Kecil tidur, saya berolahraga ringan seperti push up atau mengikuti gerakan dari video.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.