Great Expectation:

Endi Febrina

Mother & Baby (Indonesia) - - Contents -

BULAN KE-1

Bukan direncanakan, tapi diinginkan. Seperti wanita lain yang sudah menikah, saya juga ingin memiliki anak. Tapi, saya sempat mengalami keguguran. Sedih, tentu. Menurut dokter saya memiliki sindrom darah kental saat hamil. Jadi, darah mengental hanya saat hamil. Darah yang mengental membuat aliran darah ke janin terhambat. inilah penyebab saya keguguran. Setiap wanita berisiko memiliki sindrom ini. Berbekal hasil riset di internet dan diagnosis dokter, saya jadi lebih berhati-hati. Setiap telat haid, saya langsung tes dengan test pack agar bisa mencegah sindrom terulang.

BULAN KE-2

Ingat sekali, September 2017, hasil testpack saya positif. Agar lebih yakin, saya juga memeriksakan diri ke rumah sakit. Excited! Tapi juga was-was, takut darah kembali mengental. Untuk mencegah, saya kontrol ke dokter kandungan dan hematolog. Saya diberi obat pengencer darah dengan dosis sesuai dengan kondisi darah. Saya pun wajib rutin kontrol darah. Obat harus dikonsumsi tiap hari dengan disuntik. Padahal, saya sangat takut dengan jarum sejak kecil. Saya tidak berani menyuntik sendiri. Untung suami sangat suportif. Ia menyuntikkan obat tiap pagi sebelum berangkat kerja.

BULAN KE-3

Seperti wanita hamil lainnya, saya sempat muntah. Hanya 4 kali, jadi tidak mengganggu aktivitas. Ini penting karena saya termasuk pribadi yang mandiri, gemar bekerja dan berkarya. Walau mobilitas tinggi,

kehamilan tidak bermasalah. Justru bila tidak beraktivitas, tubuh tidak nyaman. Sepertinya janin juga suka saya bekerja. Haha. Saya bahkan mendapatkan pekerjaan baru. Saya sempatkan diri babymoon ke Bali sebagai ungkapan syukur. Karena Gunung Agung erupsi, saya tidak bisa terbang kembali ke Jakarta. Padahal, stok obat sudah menipis dan tidak tersedia di Bali. Akhirnya, jalan darat ke Surabaya, lalu naik pesawat dari Surabaya ke Jakarta. Perjalanan darat ditempuh 14 jam. Syukur, tak ada masalah, hanya sempat muntah saat menyeberang dengan feri.

BULAN KE-4

Sungguh bersyukur dengan pekerjaan yang lebih baik. Memang repot, karena harus adaptasi dengan lingkungan, rekan, dan pekerjaan baru. Tapi, tidak masalah karena saya menyukainya. Saya sempat takut ketika harus orientasi kerja di Singapura karena perjalanan bisnis pertama saat hamil. Ketakutan ini tertutup oleh kebahagiaan, atas pekerjaan baru. Tak ketinggalan, dukungan suami yang menemani ke Singapura. Senang sekali.

BULAN KE-5

Perkembangan janin baik, darah tidak mengental, kehamilan minim gangguan. Syukur sekali. Ini karena saya rutin kontrol kehamilan dan kondisi darah, serta berserah kepada Tuhan. Saya kontrol kandungan setiap 3 minggu. Suami sebetulnya tidak sabar melihat perkembangan janin, tapi selalu malu mengakuinya. Haha. Kami sangat bahagia menjalani USG 4D, karena bisa melihat jelas wajah dan tubuhnya. Terharu melihat perkembangannya. Saya juga rutin memeriksakan kondisi darah setiap 2 minggu sekali. Prosedur periksa darah hanya bisa dilakukan di RSCM. Sejauh ini, semua berjalan baik.

BULAN KE-6

Suatu malam suami mengajak saya bertemu orang yang merenovasi apartemen. Tapi sebelumnya, ia ingin mampir di restoran untuk membelikan kue. Sampai di tempat parkir, saya melihat wanita yang mirip dengan teman dekat saya. Menurut suami, saya salah lihat. Walau bingung, saya percaya saja. Ternyata kemudian beberapa teman dekat dan suami memberi kejutan baby shower dengan nuansa serba biru. Terharu, senang sekali! Sosok yang saya lihat sebelumnya, memang benar teman saya. Tak menyangka, karena tak lagi bekerja di tempat sama.

BULAN KE-7

Walau hamil dengan kondisi saya ini, saya tetap bersyukur karena percaya ini adalah kehendak Tuhan. Selain mendapat dukungan teman dan keluarga, bersyukur, kedua dokter saya sangat suportif. Bahkan saya hanya beberapa kali bertemu dengan hematolog. Selebihnya, melalui whatsapp. Suatu kali, RSCM kekurangan sumber daya, sehingga saya tidak bisa memeriksakan kondisi darah. Tentu khawatir karena dosis obat disesuaikan dengan hasil tes darah. Atas saran hematolog, saya menggunakan dosis lama.

BULAN KE-8

Fasilitas cek darah belum membaik. Saya masih menggunakan dosis lama sambil terus berdoa. Saya masih bekerja dan tubuh masih bugar. Saya menganggap janin sebagai partner. Sebelum rapat atau melakukan hal penting, saya berbicara kepadanya; We can do it together. Puji syukur, mual atau pusing tidak terjadi saat momen penting. Selama hamil saya sangat suka susu. Bisa 4-5 gelas sehari. Tubuh kurang segar kalau belum minum susu.

BULAN KE-9

Dapat kejutan baby shower dari atasan dan tim kerja. Selama hamil saya menghindari luka atau memar, karena darah lebih encer sehingga sulit sembuh dan rentan perdarahan. Saya jadi sangat merencanakan persalinan. Saya cuti 3 hari sebelum melahirkan dan berhenti mengonsumsi obat pengencer darah untuk mengurangi risiko perdarahan. Pada 28 April malam saya masuk rumah sakit. Sangat excited menyambut kelahiran sang buah hati. Sampaisampai saya berinisiatif ke ruang operasi sebelum perawat menjemput. Persalinan melalui caesar dilakukan sangat cepat. Belum selesai berdoa, Yohanes sudah keluar. Bahagia dan terharu sekali. Terlebih saat IMD. Sangat bersyukur kondisi darah tidak bermasalah.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.