Birth

Inisiasi Menyusu Dini

Mother & Baby (Indonesia) - - Contents -

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) menjadi tonggak awal bagi para ibu untuk memberikan ASI pada Si Kecil. IMD merupakan proses di mana bayi segera menyusu pada ibunya setelah lahir. Secara naluriah, Si Kecil akan segera mencari puting susu ibunya sesaat ketika lahir. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), di Indonesia angka IMD mengalami peningkatan, yaitu dari 29,3% pada tahun 2010 menjadi 34,5% pada tahun 2013. Angka ini menunjukkan meningkatnya kesadaran para ibu yang didukung oleh pihak rumah sakit dalam melakukan IMD. IMD semakin digiatkan oleh pakar kesehatan dan kedokteran karena memberikan banyak keuntungan bagi Moms dan Si Kecil. Pemerintah pun turut mendukung bagian dari proses pemberian ASI eksklusif ini dan mengaturnya dalam perundang-

undangan. Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif, menjamin pemenuhan hak bayi untuk mendapatkan ASI Eksklusif sejak dilahirkan sampai dengan berusia enam bulan. Pasal 9 ayat (1) jelas mengatur tenaga kesehatan dan penyelenggara fasilitas pelayanan kesehatan wajib melakukan inisiasi menyusu dini terhadap bayi yang baru lahir kepada ibunya paling singkat selama satu jam. Ingin tahu lebih banyak tentang IMD? Berikut ini pembahasannya.

Apakah Si Kecil Memungkinkan untuk IMD?

Ada beberapa kondisi yang memengaruhi bisa atau tidaknya bayi melakukan IMD. Karena itu, begitu bayi lahir, ia akan diperiksa untuk memastikan bayi dalam keadaan baik dan sanggup melakukan IMD. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa bila dokter telah memutuskan bayi tidak perlu mendapat tindakan resusitasi (prosedur pertolongan untuk menyelamatkan bayi yang kesulitan bernapas karena kekurangan oksigen), IMD dapat dilakukan. Menurut dr. Elizabeth Yohmi SPA, ketua SATGAS ASI Indonesia, kondisi bayi yang tidak memungkinkan untuk melakukan IMD, antara lain jika bayi lahir prematur pada usia kandungan 34 minggu, tubuhnya biru, dan mengalami sesak. Jika bayi lahir pada usia kandungan 35 minggu, namun berat badannya mencukupi, dan tidak biru, IMD kemungkinan dapat dilakukan.

Skin-to-skin saat IMD

Kontak kulit ke kulit atau skin-toskin contact merupakan bagian dari proses IMD. Selain berkontribusi pada keberhasilan proses menyusui, skin-to-skin saat IMD bisa dikatakan sebagai keajaiban yang terjadi pada ibu dan bayinya. Proses ini dapat mengurangi risiko bayi mengalami hipotermia (Kondisi di mana temperatur tubuh menurun

drastis yaitu kurang dari 36,5°C). Menurut IDAI, hipotermia dapat menyebabkan terjadinya berbagai gejala seperti hipoglikemia (gula darah rendah), gangguan pernapasan, lemas atau gelisah, kejang, dan sesak napas. Dalam rahim ibu, bayi berada pada suhu lingkungan yang optimal yaitu 36,5º-37,5ºc, sesuai dengan suhu tubuh ibunya. Sesaat setelah dilahirkan, bayi akan berada pada suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh ibunya, sehingga berisiko mengalami hipotermia (suhu tubuh rendah). Untuk menghindari terjadinya hipotermia saat bayi lahir, bayi diletakkan pada dada ibu sehingga terjadi kontak antara kulit ibu dan kulit bayi (perawatan metode kanguru). Metode ini sangat baik untuk menghangatkan bayi secara alamiah. Suhu kulit ibu akan menghangatkan bayi lebih cepat dan menjaga suhu bayi tetap stabil.

Rawat Gabung untuk keberhasilan ASI Eksklusif

Untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada Si Kecil, diterapkan rawat gabung bagi ibu dan bayinya dalam satu kamar. Rawat gabung ini berlangsung pada harihari pertama setelah persalinan, dan dilanjutkan setelah ibu dan bayi pulang. Selain dapat meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayinya, rawat gabung juga memudahkan Moms untuk bisa menyusui bayi kapan saja karena ia berada dalam jangkauan. Moms juga dapat dengan mudah mengenali tandatanda lapar pada bayi. Menurut IDAI, hal ini dapat mencegah terjadinya payudara bengkak, mengurangi risiko kuning, mencegah penurunan berat badan yang berlebihan, bayi lebih tenang, mengurangi risiko infeksi dan depresi pada ibu pasca-persalinan, serta meningkatkan rasa percaya diri ibu untuk merawat bayi.

Manfaat IMD

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, ketika ibu mulai menyusui bayinya pada jam pertama atau hari pertama kehidupan, berdampak pada meningkatnya kelangsungan hidup Si Bayi. IMD juga mengurangi angka kematian bayi dan berdampak baik pada pola pemberian makan Bayi dalam jangka panjang.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.