Aman dan Nyaman Ajak Anak Berkendara

Child car seat dan ISOFIX bisa jadi memang belum populer di telinga. Akan tetapi bila sudah menyangkut keamanan dan kenyamanan anak, apa Anda masih yakin tak mau kenal baik dengan dua hal ini?

Nova - - Busana - ADV

“Kalau anak kita rewel dan enggak bisa berkomitmen terhadap safety, itu bukan salah anak, tapi salah orangtua,” kata Sony Susmana, pakar safety driving, pendiri sekaligus pengajar senior di Safety Defensive Consultant Indonesia saat ditanya pendapatnya mengenai keamanan anak saat berkendara.

Well, ujaran Sony tentu bukan tanpa alasan. Sebab sejauh pengamatan, pengendara di Indonesia rupanya memang masih belum sadar betul akan keselamatan anak yang jadi penumpang.

Buktinya, masih banyak pihak yang bertanya-tanya mengenai pentingnya child car seat, atau tentang baiknya menggunakan mobil BER-ISOFIX. Padahal, kedua hal ini—sama seperti keberadaan safety belt untuk penumpang dewasa—sama-sama merupakan komponen penting!

“Pikiran orang banyak, buat apa saya beli mahal-mahal, tapi berlaku cuma selama 5 tahun? Lebih baik mereka beli stroller yang bisa dipakai jalan-jalan,” terang Sony.

Padahal yang sebetulnya perlu dipahami, child car seat dan ISOFIX memiliki peranan penting menjaga keselamatan buah hati tercinta saat berkendara. Anggaplah bila penumpang dewasa punya safety belt bawaan mobil, maka child car seat dan ISOFIX merupakan hal wajib buat anak-anak, hingga usia dan postur tubuh mereka telah memenuhi syarat menggunakan safety belt reguler. Bila dua hal ini dianggap angin lalu, bisa-bisa terjadi cedera fatal terlebih saat ada kecelakaan. Ngeri!

“Kita masih berpikiran itu bukan yang utama. Padahal alat keamanan di kendaraan itu, kan, ada safety belt. Child seat dan ISOFIX juga merupakan safety belt buat anak-anak. Sangat penting, karena (safety belt) sendiri termasuk primary restraint system,” lanjut Sony.

Pertanyaannya kemudian, apa, sih, child car seat? Atau apa, sih, ISOFIX?

ISOFIX dan Child Seat

“ISOFIX adalah standar keselamatan internasional yang diperuntukkan bagi anak batita dan balita. Hal ini berupa connecting antara rangka di jok mobil dengan child seat,” ungkap Sony.

Penjelasannya begini. Sebelum istilah dan konsep ISOFIX mengemuka, konsep child car seat sudah muncul lebih dulu. Konsep ini dibuat supaya safety belt pada mobil bisa dikaitkan ke tubuh si bayi, sekalipun postur tubuh bayi masih sangat kecil dan ringkih untuk memakai safety belt sendiri.

Permasalahannya adalah, teknik pemasangan child seat ini belum dirasa praktis. Maka seiring berjalannya waktu, muncullah fitur ISOFIX berstandar internasional yang memungkinkan para pengendara memasang child car seat ke mobil mereka lewat langkahlangkah yang lebih mudah.

“Dulu belum ada ISOFIX, kita harus merekayasa melilit sabuk pengaman. Sementara standarisasi belum ada. Child car seat-nya jadi lebih mudah disambung ke mobil kalau ada ISOFIX. Tapi pilihlah child car seat yang ada ISOFIX. Memang katanya lebih mahal, tapi jadi lebih enggak ribet,” imbuhnya.

Memang hingga kini, tak semua child car seat sudah cocok dan memungkinkan untuk dipasang dalam mobil dengan ISOFIX, seperti Suzuki All New Ertiga.

Begitu pun sebaliknya, belum semua mobil sudah dilengkapi fitur ISOFIX bak Suzuki All New Ertiga, sehingga tak mungkin dipasangi child car seat BER-ISOFIX.

Namun demikian, patut diingat bahwa yang terpenting tentu bukan cuma perkara child car seat dan ISOFIX. Melainkan bagaimana kita bisa memberi keamanan maksimal kepada buah hati tercinta, saat berkendara.

“Dulu belum ada ISOFIX, kita harus merekayasa melilit sabuk pengaman. Sementara standarisasi belum ada. Child car seat-nya jadi lebih mudah disambung ke mobil kalau ada ISOFIX. Tapi pilihlah child car seat yang ada ISOFIX. Memang katanya lebih mahal, tapi jadi lebih enggak ribet.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.