MELATIH UCAPAN AGAR HIDUP ANAK SEMANIS MADU

Nova - - Etalase -

“Dek! Kamu nih dipanggil dari tadi enggak dengar. Budek, ya?”

“Kamu kok enggak pinter-pinter, sih? Masa gitu aja enggak ngerti?”

“Ibu tuh pengin sekali aja kamu kayak si Rasya anaknya Tante Susi. Juara 1 gitu, lho. Masa peringkat 10, kan Ibu malu.”

Sounds familiar? Rasanya kita saat kecil pernah mendengar kalimat-kalimat semacam ini. Mungkin bukan dari orangtua sendiri, tapi dari orangtua teman atau saudara terhadap anak-anaknya.

Waktu kecil, kalimat-kalimat seperti ini tak enak didengar juga membekas di hati. Kita, mungkin, jadi berjanji pada diri sendiri untuk tidak akan menjadi seperti mereka yang melontarkannya pada anak-anak.

Sayangnya, hal yang paling tidak kita inginkan kadang malah terjadi. Bisa jadi Sahabat Nova tidak begitu, tapi ada orangtua, ibu, di luar sana, yang masih ringan mengucapkan kata-kata atau kalimat negatif yang melukai hati anak.

Tak usah kata, kadang nada suara saja bisa melukai hati anak. Silakan baca apa yang ada di benak mereka pada halaman Isu Spesial kali ini.

Bahasan ini bukan untuk menyudutkan para ibu atau orangtua yang berusaha bersikap tegas pada anak. Hanya mengingatkan untuk tidak membiarkan emosi mengambil alih kasih sayang kita yang sempurna terhadap si buah hati, sehingga dengan mudahnya kita menjuluki dia “bodoh”, “budek”, atau “malas”.

Jika pun pernah terjadi, selalu ada cara untuk memperbaiki dan menangkalnya terulang kembali. Itulah yang berusaha Nova tawarkan di edisi ini.

Ada sebuah studi yang membuat eksperimen terhadap 2 buah tanaman. Jenisnya sama, tapi perlakuan terhadap masing-masing beda. Tanaman A setiap hari selalu dipuji, dilontarkan kata-kata positif. Tanaman B setiap hari selalu dilontarkan kata-kata negatif.

Setelah beberapa waktu, tanaman B kering dan layu, sedangkan tanaman A tumbuh terus dengan segar dan sehat. Eksperimen itu secara tidak langsung membuktikan bahwa perkataan yang baik menghidupkan, sebaliknya dengan perkataan buruk.

Anak-anak kita jauh lebih luar biasa daripada tanaman. Jadi rasanya sudah sepatutnya pula mereka menerima ucapan yang sama luar biasa membangun dan positif dari kita, ibu dan orangtua yang mengasihinya.

Salam hangat, Indira Dhian Saraswaty

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.