RESAH DAN GELISAH MENUNGGU KABAR

Nova - - Curhat -

Wajah sendu, melangut, hingga tetesan air mata pilu itu sesekali tampak dari wajah para keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Sampai artikel ini ditulis, mereka terus menunggu secercah kabar baik perihal keberadaan anggota keluarganya dari dalam Gedung Promoter RS Polri Kramat Jati, Jakarta.

Fajar hingga petang, mereka lalui hanya demi mendapat kabar terbaru soal hasil identifikasi dan evakuasi para jenazah. “Sebelum jasad keponakan saya teridentifikasi, saya akan terus menunggu di sini setiap hari,” ujar Reni, bibi Mery Yulianda yang jadi salah satu korban jatuhnya pesawat.

Untunglah, tim psikolog dari kepolisian sejak Rabu (31/10) terus memberi trauma healing pada keluarga korban. “Kondisi psikis mereka sedang tidak baik. Pasti semua merasa resah dan gelisah selama menunggu di sini. Makanya, sebanyak 20 personel tim psikolog akan hadir setiap hari guna mendampingi mereka,” ujar Mutiara Nandini, salah satu tim psikolog dari kepolisian di lokasi.

Semoga keluarga korban diberikan ketabahan. (*)

Keluarga korban diberikan pendampingan dari tim psikolog.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.