Atur Ekspektasi Agar tidak rugi Hati

Jalani bisnis sampingan tanpa mengganggu pekerjaan utama, gunakan strategi “untung terbalik” agar dapat mengukur diri dan ekspektasi.

Nova - - Finansial - FOTO: ISTOCK Penulis: Muhammad Setiawan Kusmulyono (Kelly) Pengajar Entrepreneurship di S1 Business Prasetiya Mulya

Alasan memulai bisnis sangat beragam, ada yang karena tidak ingin menjadi bawahan, ada yang ingin bekerja bebas, dan ada pula yang karena sudah bosan dengan pekerjaan di kantor. Namun pastinya, muara memulai bisnis adalah ingin memperoleh pendapatan yang lebih menarik. Hal ini pun berlaku bagi para ibu rumah tangga yang ingin memulai bisnis sampingan, baik karena ingin menambah pendapatan keluarga, maupun ingin meningkatkan frekuensi belanja secara lebih mandiri.

Namun sayangnya, banyak ibu rumah tangga yang memulai bisnis sampingan tanpa pernah menetapkan target pendapatan yang ingin diperoleh. Dampaknya, manajemen energi dan waktu menjadi tidak terkendali. Akhirnya, banyak yang mulai merasa bisnis sampingan tetapi berasa “pekerjaan pokok”.

Jika hal tersebut sudah terjadi, maka esensi bisnis sampingan sudah salah kaprah. Makna sampingan adalah dikerjakan jika ada sisa waktu dan tidak akan mengganggu pekerjaan utama. Namun, karena tidak ada target serta manajemen waktu yang buruk, hal ini berakibat pengelolaan bisnis yang tidak sesuai dan mulai mengganggu urusan keluarga.

Oleh karena itu, ada baiknya, ibu rumah tangga yang ingin memulai bisnis sampingan, memerhatikan tips “untung terbalik” berikut ini agar bisnis sampingan Anda menjadi sesuai ekspektasi dan tidak rugi hati.

Tapi ingat, tips “untung terbalik” ini bukanlah tips untuk menjadikan bisnis Anda menjadi sukses dalam segera. Namun, tips ini dapat menjadi modal untuk dapat mengukur diri dan ekspektasi ketika menjalankan bisnis sampingan. Karena tujuan utama kita adalah bisnis sampingan maka pastikan tidak mengganggu pekerjaan utama kita. Jika sampai alokasi waktu untuk bisnis sampingan ini sudah melebihi waktu untuk tugas pokok Anda dalam keluarga, maka segeralah evaluasi, baik mengatur ulang strategi atau tinggalkan bisnis tersebut.

Jangan lupa, kita harus selalu mengatur ekspekstasi agar di kemudian hari tidak menjadi rugi hati.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.