Buat Modul Kesehatan Reproduksi untuk Remaja

Nova - - Ragam - M. MARDIANI KARDHA/WWW.BKKBN.GO.ID

Banyak orang yang beranggapan bahwa pengetahuan soal kesehatan reproduksi hanya penting bagi perempuan yang sudah menikah. Ini pandangan yang keliru. Pengetahuan ini perlu diberikan kepada anak sejak ia menginjak usia remaja atau memasuki masa perkuliahan.

Memasuki usia remaja, seorang anak biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Apalagi di era digital seperti ini, mereka sangat mudah mendapatkan berbagi informasi. Rasa ingin tahu yang besar serta akses informasi yang terbuka lebar ini, perlu diimbangi dengan pengetahuan yang baik tentang pertemanan sehat dan kesehatan reproduksi. Hal ini juga mengingat masih tingginya tingkat pernikahan usia dini di Indonesia.

Itulah alasan Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) menjadi salah satu bagian dari Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Selain untuk mencegah pernikahan usia dini, program ini juga ditujukan untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, merokok, konsumsi alkohol, serta HIVAIDS.

Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Pergaulan Sehat ini dituangkan dalam kerja sama antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat.

Penandatanganan Mounya dilakukan oleh Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (Deputi KBKR) BKKBN, Dr. Ir. Dwi Listyawardani, Msc, Dip.com dan Wakil Ketua Umum ICMI, Dr. Sri Astuti Buchari. Kesepakatan ini disahkan pada malam Pembukaan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) dan Milad ICMI ke28 yang dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, di Mahligai Convention Center Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL), Lampung, 6 Desember lalu.

Dr. Ir. Dwi Listyawardani, Msc, Dip. Com, saat penandatanganan kerja sama ini menjelaskan bahwa dalam rangka mendukung pendidikan kesehatan reproduksi, disusunlah sebuah modul pendidikan kesehatan reproduksi yang di antaranya juga terkait dengan permasalahan LGBT yang tengah marak. Modul tersebut membahas berbagai aspek yang terkait dengan kesehatan reproduksi, di antaranya masalah psikologi, sosial, hukum, dan juga agama.

Agar pengetahuan ini bisa tersebar ke sebanyak-banyaknya mahasiswa, modul yang ditujukan untuk mahasiswa dan remaja ini akan disosialisasikan di sekitar 11 kampus tinggi dan juga disampaikan pada kuliah-kuliah umum Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), jelas Dwi Listyawardani.

Semoga program ini menambah pengetahuan seputar kesehatan reproduksi bagi remaja dan mahasiswa di Indonesia.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.