Selebritas: Krisdayanti, “Gelar Diva Itu Hanya Label Saja”

Sudah belasan tahun jadi diva, sudah menikah dua kali pula, jiwa petualang Krisdayanti belum pupus jua. Menyambut tahun politik, ia pun jadi calon wakil rakyat.

Nova - - Etalase - AGHNIA HILYA N | FOTO: ROY

Belakangan, nama Krisdayanti ikut meramaikan deretan selebritas yang hendak menjadi wakil rakyat. Pelantun Menghitung Hari ini maju untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur V yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

Bahkan, menjadi wakil rakyat masuk dalam target hidupnya untuk tahun esok.

“Mudah-mudahan insyaallah bisa amanah. Terus nanti bisa dipilih oleh masyarakat. Udah itu saja. Itu dulu target di triwulan yang dekat,” ungkap Krisdayanti saat ditemui di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, belum lama ini.

Tampaknya Kd–sapaan akrab Krisdayanti– belum merasa cukup memikat hati masyarakat dengan gelar diva. Soal gelar itu, “Sebetulnya itu hanya label saja. Label itu disandangkan atas saya, diberikan masyarakat. Kita harus bersyukur kalau kita masih diapresiasi.”

Walaupun begitu, KD mengakui kini ia tak banyak miliki lagu hits baru. Ia berusaha untuk membuat hits lamanya tetap apik didengar untuk berbagai kalangan. Salah satu caranya dengan dibawakan ulang oleh penyanyi milenial, seperti Smash yang menyanyikan Mencintaimu.

Lantas itukah kunci eksistensi KD selama ini?

Tampaknya ada yang lain. Rahasianya, “Tetap disiplin dan menghargai orang lain, on time, seperti itulah. Sebetulnya klise tapi emang itu yang dilihat orang,” tegas KD.

Lagi pula, KD mengaku, “Saya tuh penyanyi yang paling mudah diajak kerja sama. Enggak pernah minta macam-macam. Pokoknya, saya yang penting kerjain yang terbaik, supaya orang senang.”

Namun lain halnya dengan sang suami, Raul Lemos. Pria asli Timor Leste ini menjadikan venue sebagai pertimbangan utama saat memberikan izin pada KD, untuk menerima atau menolak sebuah tawaran manggung.

“Ada tawaran bagus di Papua, tetapi harus naik pesawat baling-baling, suami bilang, Yang benar kamu? Kadang jiwa petualang masih ada, apalagi, ada tantangan nyanyi di tempat baru, kan senang. Cuma ya tambah anak, tambah keringat dingin untuk terbang jauh,” ujar KD.

Mungkin itu pula yang membuat Raul mengizinkan KD untuk bekerja di malam puncak tahun baru. Padahal, keluarga kecilnya sudah punya rencana liburan juga.

liburan Sekaligus bekerja

Setelah dua tahun tak pernah menerima pekerjaan di malam tahun baru, kini KD akan menggelar konser berkonsep nostalgia. Dalam rangka menyambut tahun baru, konser bertajuk Lorong Waktu itu diselenggarakan di The Patra Bali Resorts & Villa pada 31 Desember 2018.

“Saya ngerasa flashback. Tahun 70an saya lahir, 80-an saya pindah dari Batu, Jawa Timur, ke Jakarta, lalu 90-an mulai jadi Gadis Sampul. Itu awal karier. Terus bisa bikin konser tahun 2000-an dan saya jadi diva,” terang Krisdayanti.

Krisdayanti akan menyanyikan 20 lagu terbaik pilihannya yang semakin malam semakin kekinian lagunya. Katanya, “Nyanyi dari medley, gaya Mama Mia, terus Elvis Presley, aransemen dangdut yang lagi hits. Lalu ditutup kembang api. Ada konsep, lebih mudah nyusun lagunya.”

Selain itu, soal baju KD hanya menyiapkan dua buah kostum karena selama konser ia hanya diberikan kesempatan berganti sekali. Tak menyebutkan detail pastinya, KD mengatakan kostum itu cukup mewakili temanya.

Demi konser kali ini, ia bahkan menolak tawaran lainnya, termasuk manggung di kota kelahirannya, Batu. Apakah karena honornya selangit?

Soal itu KD hanya menjawab, “Cukup reasonable, cukup bagus, dan saya senang. Karena sama The Patra enggak ada tawartawaran. Memang saya pilih (tawaran) di beberapa tempat, di Batu dan di Jakarta ada. Tapi yang paling dapat izin yang ini,” tutur KD.

Lebih menarikkah ketimbang rencana berliburnya?

“Ada dua tempat pilihan liburan, mau ke salah satu kota di Eropa. Tetapi kita lihat lagi chaos, ada demo, akhirnya kita cancel. Belum urus visa juga sih. Kita juga ada rencana pengin naik Hello Kitty Air, tapi enggak bisa berangkat dari Bali,” terang KD.

Pasalnya, saat rencananya gagal dan harus memikirkan rencana cadangan, tawaran konser ini pun datang. KD sudah ingin menerima, tetapi sebagai istri yang baik, ia harus meminta persetujuan sang suami lebih dahulu.

“Suami oke. Justru ini jadi liburan bareng. Aku dari H-3 udah di Bali buat latihan dulu sama in house band-nya. H+3 juga masih di Bali. Tergantung anak-anak aja betahnya gimana, karena mereka kan juga lagi libur,” ujar KD

“Senang kalau aku bisa bawa keluarga juga. Bahkan suami juga bawa rombongan, stafnya dari Timor Leste juga diajak ikut,” sambungnya.

Maklum saja, itu karena KD dan keluarga sudah sering ke Bali. Bahkan Pulau Dewata itu bagai rumah kedua untuk dirinya. Toh, Bali menjadi salah satu tempat transit jika KD bolakbalik Indonesia-timor Leste.

“Memang (Bali) pintunya kalau kita mau ke mana-mana. Jadi mudah mengatur tiket pesawatnya dari Bali. Kan deket ya, semoga banyak orang Timor Leste yang datang karena mereka juga get away-nya ke Bali,” ungkap KD.

Lantas, selesai konser dan selesai liburan, bagaimana resolusinya tahun 2019 miliknya?

“Resolusi semoga enggak hanya wacana. Semoga bisa jadi pribadi lebih baik. Kita harus jalani biar enggak wacana. Dicatat kalau udah tercapai. Kalau belum jangan diganti dulu, harus dilakukan. Lanjutin lagi, yang penting progresif,” pungkas KD.

“Tetap disiplin dan menghargai orang lain, on time, seperti itulah. Sebetulnya klise tapi emang itu yang dilihat orang.”

Krisdayanti saat konfrensi pers terkait konser Lorong Waktu

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.