Otomotif

JENG, JENG.. ESEMKA SUDAH DIPINANG

Belum berprestas­i enggak jadi soal, soalnya memang masih riset mencari seting terbaik untuk Mirage Challenge 2015

-

Sudah cukup lama kita tidak mendengar lagi berita soal mobil Esemka. Eh, tau-tau namanya kembali mencuat di telinga. Awalnya setelah Menteri Perindustr­ian Saleh Husen menyatakan akan mendorong industri pedesaaan yang salah satu caranya memproduks­i sendiri angkutan pedesaan (25/2).

Memang belum diputuskan, namun Saleh Husen sudah melirik Esemka menjadi angkutan pedesaan seperti diperintah­kan

Wibowo Soemoharjo­no - By BBM

Mau nanya, untuk menambah irit bbm innova bensin manual thn 2005 type G perlu diapain ya bos. dlm kota 1:8, luar kota 1:10. Mbl kesayangan dari baru. oleh Presiden RI. Joko Widodo ingin melihat industri otomotif nasional berkembang meski tidak akan memproduks­i mobil seperti industri raksasa dunia.

Btw, siapa yang modalin? Beredar kabar PT Garansindo Inter Global (GIG), APM mobil Jeep, Chrysler, Fiat, Alfa Romeo yang akan menginvest­asikan uangnya ke Esemka sebesar Rp 100 miliar. Sampai-sampai, GIG akan mengundang OTOMOTIF saat bertemu dengan pihak Esemka di Solo. Tapi ditunggu-tunggu tak kunjung tiba. “Belum dapat Sayang dijual. Mohon solusinya. Terma kasih.

Hasil konsumsi Toyota Kijang Innova bensin G M/T seperti milik Mas Wibowo sebenarnya mirip dengan hasil test OTOMOTIF pada tahun 2012 ( Toyota Grand New Kijang Innova G M/T) , yakni 1/8 liter/km (dalam kota) dan 1:10 liter/km (luar kota). Dengan mesin berkapasit­as 2.000 cc sebetulnya tergolong irit. Nah, agar konsumsi tidak berubah, sebaiknya melakukan perawatan berkala di bengkel resmi secara rutin. kabar dari Esemka-nya,” bilang Muhammad Al Abdulah, CEO GIG melalui Whatsapp kepada OTOMOTIF, akhir Maret lalu. Yo wes, gak jadi kali!

Jeng, jeng... kabar terbaru datang dari awak redaksi setelah berkunjung ke kantor AM Hendropriy­ono di bilangan SCBD Jakarta. “Ternyata yang ambil Esemka Hendropriy­ono!” tegas Pilot yang mewawancar­ai langsung mantan kepala BIN itu (21/4). Weleh, weleh... ternyata Esemka sudah ada yang meminangny­a toh. Seru nih! Kebet

Daniel cahya - Kramatjati, Jakarta Timur

Halo bung Oto, mau tanya nih, karena bung Oto gudangnya jawaban seputar dunia otomotif. Melihat sosok Vario 150 jadi tergoda untuk meminangny­a. Tetapi muncul pertanyaan di benak saya. Apakah gejala nahan atau ‘malas’ berlari di kilometer pertama masih ada di Vario 150 seperti yang ada di Vario 125 generasi sebelumnya? Untuk jawabannya, saya ucapkan terima kasih dan tetap bravo untuk Otomotif.

Berdasarka­n test kami, tarikan awal Honda Vario 150 responsif dan langsung halaman 4 deh.

Enggak kalah serunya lagi adalah akan hadir BBM baru yang dinamai Pertalite produksi Pertamina. Speknya di atas Premium dan di bawah Pertamax. Kayak apa detailnya? Langsung aja baca halaman 5.

Mau yang lebih seru lagi, coba buka halaman 30! Di situ disuguhkan para calon pemenang di OTOMOTIF Award 2015. Silakan ditebak-tebak siapa jawaranya di tiap kategori. Pengumuman resminya akan kami ulas di edisi khusus minggu depan. • Pj bertenaga dari putaran awal hingga atas.

Belum lagi, Wie Wie Rianto selaku Direktur Teknik Firna Bosowa Racing Team (FBRT) mengaku bahwa waktu yang dimiliki untuk mempersiap­kan city car andalan PT. KTB ini hanya kurang dari dua minggu.

“Mobilnya baru banget keluar dari dealer, sehingga persiapann­ya mepet. Saking mepetnya, mesin sampai belum dibongkar,” bisiknya.

Ubahan yang sempat dilakukan hanya menambah piggyback Dastek Unichip Q+ dan mengganti downpipe dengan ukuran yang sedikit lebih besar.

Melihat ubahan kaki-kaki juga begitu. Tidak ada yang wah, selain penggantia­n satu set suspensi Ara- gosta one way yang dipesan langsung ke Jepang. “Soalnya Aragosta memiliki divisi riset khusus mobil Jepang yang berlokasi di Jepang juga,” ujar tuner bertubuh subur ini. Namun saat ini, suspensi belakangny­a dikirim kembali ke Jepang untuk di- tune ulang, dikarenaka­n bantingann­ya terlalu keras.

Minimnya racing part, khususnya brake pad depan membuat Wie Wie tak kekurangan akal. “Saya akali kampas rem depan menggunaka­n produk aftermarke­t untuk Honda Brio, namun saya potong sedikit karena ukuran kampas rem Mirage lebih pendek,” sambung Wie Wie lagi.

Ubahan yang paling mencolok baru terlihat saat memasuki interior. Kabin nyaris terondol, hanya berhias roll bar 8 titik racikan Riverside Rally di daerah Bendungan Hilir, Jakpus. Kemudian jok Recaro SP-G3 dipadu seat belt 4 titik. “Asli, jok jadi ubahan paling mahal yang saya lakukan di sini. Harganya Rp 15 juta,” ujar tuner senior yang ramah ini.

Saat berlaga, Ricky Dianto dari tim FBRT yang dipercaya melajukan Mirage ini di kelas 1.200 cc meskipun belum menang. Sang debutan ini mengalami sejumlah insiden di lintasan, seperti arm kiri depan yang bengkok setelah bersenggol­an dengan pembalap lain, juga bumper belakang yang remuk serta knalpot copot setelah ditabrak.

Belum berprestas­i belum menjadi soal, karena Mirage ini masih dalam proses riset untuk mengejar setingan terbaik yang akan diaplikasi pada Mirage Challenge 2015. Yang penting memulai debut terlebih dahulu. • Teja

Suspensi

Roll bar

Jok

Setir

Knalpot

Pelek

Dastek Unichip Q+

Aragosta One Way

Custom by Riverside Rally

Recaro SP-G3

OMP

Custom downpipe & muffler

Replika Rays TE37 R15

 ??  ??
 ??  ??
 ??  ??
 ??  ??
 ??  ??
 ??  ??
 ??  ??
 ??  ??
 ??  ??
 ??  ??
 ??  ??
 ??  ??
 ??  ??

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia