ENAK DIGORENG DENGAN LEMAK SAPI

MARTABAK KAMPUNG

Saji - - Pelesir -

Ukuran martabak yang satu ini terbilang mungil, dengan harga yang sungguh merakyat, namun rasanya gurih. Ya, inilah jajanan kampung yang cukup digemari di Surabaya, yakni martabak mi. Jajanan ini banyak dijajakan oleh warga Madura dan mudah ditemui di banyak tempat, termasuk di taman-taman asri di kota Surabaya.

Jajanan yang juga populer disebut martabak kampung ini, adonannya mirip martabak telur, namun dengan bahan isi yang berbeda. Jika membuat martabak telur adonan tepungnya (kulit martabak) di lempar-lempar dulu ke angkasa hingga melebar, maka adonan tepung untuk martabak kampung ini cukup ditipiskan saja di atas piring hingga melebar.

Adonan kulit martabak ini lalu diberi isi berupa mi putih dan irisan wrotel dan ditutup dengan adonan kulit martabak. Uniknya, martabak ini tidak digoreng di dalam minyak, melainkan menggunaka­n lemak sapi (gajih).

Wati, sang penjual martabak kampung, menjelaska­n, lemak sapi ini bikin aroma martabak lebih harum dan rasanya lebih gurih. “Kalau ada yang enggak suka gajih, bisa tetap digoreng pakai minyak,” kata Wati yang sudah berjualan di Taman Mundu selama 4 tahun.

Setelah martabak matang, disajikan bersama siraman kuah berwarna kuning. Kuah gurih ini terbuat dari campuran tepung, telur, dan bumbu yang terdiri dari kunyit, ketumbar, serta garam. Oh ya, martabak kampung ini juga dinikmati bersama sambal petis. Harga per buahnya hanya Rp 1.000. Makan 1 saja tentu tak cukup. Menurut Wati, ratarata orang sekali makan sampai 10 buah martabak.

Taman Mundu, Surabaya, Jawa Timur Buka: Senin-Minggu, pukul 17.00-22.00 WIB

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.