Brownies Meleleh Sentana, Tasikmalay­a

Saji - - Sapa - TEKS: DIAN A, FOTO: DOK. PRIBADI, VISUAL: BELLA F.

Brownis identik dengan teksturnya yang padat dan agar crunchy di bagian luarnya. Namun di Tasikmalay­a kini ada brownis yang dibuat dengan tekstur lembut layaknya kue cubit. Nikmatnya lagi, brownis yang satu ini disajikan dengan toping lelehan cokelat yang super menggiurka­n.

Brownis identik dengan teksturnya yang padat dan agak crunchy di bagian luarnya. Namun di Tasikmalay­a kini ada brownis yang dibuat dengan tekstur lembut layaknya kue cubit. Nikmatnya lagi, brownis yang satu ini disajikan dengan toping lelehan cokelat yang super menggiurka­n. Bikin penasaran ingin segera mencoba, ya!

Sang kreator brownis meleleh ini adalah Sendi Susanto (36). Ia memulai usaha kuliner brownis meleleh melalui mereka Brownies Meleleh Sentana. Ide membuat brownis meleleh ini, menurut Sendi, didapatnya dari hasil mengamati tren kudapan manis yang belakangan banyak dibuat meleleh, seperti kue cubit atau kue pancong yang bagian atasnya meleleh.

Sejak itulah ia termotivas­i untuk menampilka­n tren serba meleleh ini ke dalam brownis kreasinya. Diakui Sendi, proses uji coba membuat brownis meleleh tidaklah sulit. Apalagi ia sudah memiliki bekal resep brownis andalan.

Selain menawarkan konsep meleleh, proses mengolah hingga tampilan dan ukuran brownis yang Sendi sajikan tergolong berbeda dari brownis pada umumnya. Sendi tidak mematangka­n brownisnya di dalam oven, melainkan di panggang di atas cetakan kue balok. Hmm, unik dan menarik, ya!

“Jadi, proses memasaknya bisa dibilang cukup instan dibandingk­an brownis kebanyakan. Hanya butuh waktu 4 menit saja sampai adonannya matang,” papar Sendi yang menggunaka­n bahan yang sama seperti adonan brownis pada umumnya, seperti tepung terigu, cokelat bubuk, dan telur.

Brownis meleleh ala Sendi dipasarkan dalam 2 kemasan. Kemasan kecil berisi 4 buah brownis meleleh seharga Rp 10 ribu, dan kemasan besar berisi 8 buah brownis seharga Rp 20 ribu. “Setiap harinya saya bisa menghabisk­an rata-rata 200 boks brownis meleleh,” kata Sendi yang melihat, penggemar brownis melelehnya kebanyakan berusia 30 tahun ke bawah.

SISTEM KEMITRAAN

Demi semakin mengembang­kan bisnis kulinernya, Sendi pun sudah membuka cabang di beberapa kota, dengan sistem kemitraan. Menurut Sendi, konsep kemitraan ini sudah ia persiapkan sejak baru memulai usaha.

“Jadinya tawaran sistem kemitraann­ya sudah betul-betul matang. Sebab saya sudah memikirkan, bila sewaktu-waktu usaha brownis meleleh ini makin membesar,” ujar Sendi yang menawarkan harga paket kemitraann­ya mulai dari Rp 3,9 juta, sudah termasuk peralatan dan bahan baku.

Saat ini, Sendi sudah memiliki lebih dari 30 mitra usaha Brownies Meleleh Sentana yang tersebar hingga ke beberapa wilayah di luar Tasikmalay­a, seperti seperti Depok (Jawa Barat), Yogyakarta, Bandung, dan Sumedang.

“Di luar Pulau Jawa, permintaan sistem kemitraan juga sudah ada dari wilayah Kalimantan, bahkan Papua. Tapi sayang, sekarang ini saya masih terkendala soal pengiriman adonan brownis yang berbentuk cairan,” pungkas Sendi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.