Laka Laka Tofu, Bandung KREASI TAHU ACI Bercita Rasa Masa Kini

Saji - - Aktual - TEKS : ANIZA P | FOTO: DOK. PRIBADI | VISUAL: ARIN

Tahu aci merupakan kuliner khas Tegal, Jawa Tengah, yang kerap dijadikan oleh-oleh khas daerah. Kini, tahu aci tampil lebih unik. Inovasi yang ditampilka­n Laka Laka Tofu menjadikan tahu aci terasa lebih modern, dengan cita rasa masa kini. Terutama hadir dengan ragam bumbu yang disuka para millennial­s.

Peribahasa “buah jatuh tak jauh dari pohonnya” bisa jadi mewakili jalan hidup Renata, pengusaha muda yang berinovasi menyajikan tahu aci dengan aneka variasi rasa kekinian. Latar belakang keluarga yang memiliki resto di kota Bandung yang menyajikan hidangan khas Tegal, telah memotivasi Renata untuk ikut mendirikan usaha kuliner, yang juga terinspira­si membuat kreasi sajian khas Tegal dan diberinya nama Laka Laka Tofu.

“Di resto milik keluarga tersaji menu tradisiona­l tahu aci. Respons pengunjung terhadap menu khas berbahan tahu dan olahan tepung aci ini cukup bagus. Saya jadi terdorong untuk berjualan tahu aci, tapi dengan tampilan baru yang berbeda dari resto,” ungkap Renata.

Renata yang merupakan atlet golf ini membangun Laka Laka Tofu dibantu pasanganny­a, Erwin. Menurut lulusan ilmu perhotelan ini, nama Laka Laka memiliki arti tak ada duanya. Sedangkan kata tofu, tidak lain adalah terjemahan dari kata tahu.

RAGAM VARIAN

Tahu acinya dibuat Renata dengan menggunaka­n resep keluarga. Ia menguji coba resepnya selama 3 bulan. “Resepnya saya modifikasi agar sajiannya lebih modern dan kekinian,” ujar Renata yang lantas meluncurka­n tahu aci varian original dengan cocolan kecap dan irisan cabai rawit, serta varian kekinian, seperti mayones, rumput laut, balado, bbq, bahkan ada yang dicampur bakso dan sosis.

Untuk varian rumput laut dan bbq, Renata menggunaka­n perasa bubuk yang ditabur di atas tahu acinya. “Varian sosis dan bakso, saya tambahkan potongan sosis dan bakso yang dicampurka­n ke dalam adonan tepung aci,” paparnya. Untuk varian mayones, tahu acinya disajikan dengan siraman mayones.

Di kedai Laka Laka Tofu, Renata menyediaka­n 2 jenis tahu, yakni tahu aci pletok dan tahu aci tegal. Perbedaann­ya, tahu pletok lebih banyak komposisi adonan tepung acinya, sedangkan tahu tegal lebih banyak tahunya.

“Tahu aci tegal lebih disukai kalangan orang tua karena mereka tak suka adonan aci yang terlalu banyak. Jadi, untuk tahu aci tegal hanya ada varian original saja,” kata Renata yang menggunaka­n tahu asli tegal untuk membuat tahu acinya. Katanya, tahu tegal asli lebih padat dan rasanya lebih gurih.

Per porsi Laka Laka Tofu dibanderol Rp 16 ribu isi 6 tahu aci original, Rp 20 ribu isi 9 tahu aci pletok, dan Rp 22 ribu isi 8 tahu aci tegal. Renata rata-rata menjual 100 porsi tahu aci per hari, namun bisa mencapai 400-an porsi per hari di akhir pekan.

Selain membuka kedai di Trans Studio Mall, Laka Laka Tofu juga ada di Festival Citylink, Taman Kopo, Griya Batunungga­l Foodlife, Bandung Indah Plaza Foodcourt, Bandung Electronic Center 1, dan Metro Indah Mall Foodcourt, Bandung.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.