DITAWARI MEMBUAT BUKU OLEH 7 PENERBIT SEKALIGUS

Saji - - Liputan Khusus - @fridajoincoffee [email protected]

erawal dari keisengannya sering mengunggah hasil kreasi memasak dari dapurnya sejak 3 tahun lalu, kini nama Frida Rezania tercatat sebagai salah satu food blogger Indonesia yang memiliki banyak pengikut di sosial media. Jumlah followers di akun Instagram-nya, @ fridajoincoffee, sudah mencapai lebih dari 250 ribu.

Diakui ibu 4 anak ini, hasil kreasi dari dapurnya sering ia bagikan di media sosial lantaran ia tergabung di komunitas fotografi di Instagram bernama @uploadkompakan. Dari situlah mulai muncul banyak pertanyaan yang ditujukan kepadanya seputar resep yang kerap ia unggah.

“Nah, pada Ramadan dua tahun lalu, saya mulai sering sharing resep-resep bersama tips dan trik antigagalnya di Instagram,” kata Frida, sambil menambahkan, resep-resep yang dibagikannya lebih banyak berupa snack untuk menu berbuka puasa, termasuk resep kue kering untuk Lebaran.

Seiring waktu dan berkat ketelatenannya mengunggah banyak resep di media sosial, Frida pun mendapat tawaran dari pihak penerbit untuk membukukan kumpulan resepnya. Tak tanggung-tanggung, Frida dihampiri oleh sekitar 7 penerbit.

Kata Frida, tawaran membuat buku mulai berdatangan di awal tahun 2017. Lucunya, bahkan ada pula pihak penerbit yang baru datang kepadanya sebulan sebelum buku resepnya diterbitkan oleh penerbit lain. Menurut wanita kelahiran Kota Jember ini, tawaran dari tiap penerbit sama-sama menarik.

Namun ia sempat tak menganggapi serius karena merasa masih belum pede untuk membukukan kumpulan resepnya. “Setelah datang tawaran ke-4, saya pikir, kenapa tidak. Apalagi, menurut saya, buku adalah sebuah bentuk aktualisasi diri,” ujar wanita berusia 34 tahun ini.

Proses pengerjaan buku resep pertamanya berlangsung selama 8 bulan. Diakui Frida, ia memerlukan waktu cukup panjang akibat kesibukkannya mengurus rumah tangga dan keempat anaknya. Padahal di tahap awal proses penggodokan konsep buku, ia tak menemukan kesulitan sama sekali. Baik saat memilih font tulisan, warna, hingga foto-foto yang dipakai untuk sampul bukunya.

“Penerbit memberi beberapa pilihan sesuai standar dari pihak penerbit. Lalu saya pilih beberapa yang paling cocok menurut saya. Jadi semua sudah berdasarkan kesepakatan bersama,” lanjutnya.

Buku resepnya diluncurkan pada Januari 2018 dan diberi tajuk “Resep Simple Frida, 55+ Camilan Jadoel & Kekinian”. Buku berdesain minimalis seharga Rp 126.500 ini memiliki sampul berwarna kuning cerah, dengan sentuhan list putih di tepinya.

Setiap resepnya dilengkapi foto pada 2 halaman tersambung. Terkumpul sebanyak 57 resep di dalam buku ini. Terdiri dari 23 resep kue tradisional, 18 resep kue kekinian seperti cake, muffin, dan roti, 8 resep kue kering, plus 8 resep minuman segar yang mudah dicoba pembaca.

“Semua resep yang ada dibuku sudah pernah tayang di akun Instagram saya,” timpal wanita yang berdomisili di Cilegon, Banten ini. Dari puluhan resep yang dibukukan, ada 1 resep kue yang amat berkesan baginya, yaitu kue mangkok. Pasalnya, kue tradisional ini sampai dibuat 4 kali oleh Frida.

“Sebetulnya kalau mau cari resep kue mangkok di internet, banyak sekali. Tapi pada umumnya, tidak disertai tips agar kue mekar sempurna. Alhasil, baru di percobaan ke-4 kue mangkok saya sukses mekar. Senang sekali rasanya teman-teman yang ikut mencoba resepnya juga berhasil membuat dalam sekali percobaan,” ucapnya senang.

Penjualan buku resep Frida tak hanya di wilayah Nusantara, melainkan sudah mencapai ke beberapa negara, seperti di Malaysia, Singapura, Hongkong, hingga Qatar. “Total buku yang terjual di cetakan pertama mencapai 5 ribu eksemplar. Saat ini sudah memasuki cetak ulang tahap ke-2,” katanya.

Berkat jumlah penjualan yang cukup tinggi, tak jarang Frida menerima tawaran meet and greet bersama para pembacanya. Sayang, ia merasa masih kesulitan membagi waktu untuk mengurus keempat buah hatinya, sehingga belum ada meet and greet yang dilakukannya.

Dalam melakoni profesi sebagai food blogger dan penulis buku, menurut Frida, lebih banyak bahagianya. Terlebih, jika ia mengetahui para pembacanya berhasil memasak ulang resepnya. “Apalagi kalau resepnya dipakai untuk berjualan. Wah, rasa bahagianya tak terkira. Senang banget pokoknya,” tukasnya sambil berkata, “Semoga kelak ada kesempatan untuk menyusun buku resep kedua.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.