Tips & Trik Pertahankan Karyawan

Saji - - Peluang Usaha - IRMA JUWITA – BEKASI

Saya sudah hampir 1 tahun menjalankan usaha sambal kemasan. Dengan berbagai inovasi usaha, sambal saya sudah punya banyak pelanggan dan jumlah penjualannya lumayan Bu. Namun saya terkendala soal tenaga kerja. Banyak karyawan sering berpindah kerja ke tempat lain, apalagi yang masih berusia muda dan sering pulang kampung tanpa konfirmasi kembali.

Dengan kondisi ini, tentu sangat mengganggu produksi sambal saya. Dampaknya, seringkali saya tak bisa memenuhi pesanan toko dan para pelanggan. Mohon masukannya untuk mengatasi masalah tenaga kerja ini, Bu. Terima kasih.

Dear Ibu Irma,

Keluar-masuk tenaga kerja dan tak stabilnya jumlah karyawan, sering terjadi terutama pada usaha berskala mikro kecil menengah (UMKM). Kondisi usaha mikro tentu berbeda dengan usaha skala besar, yang memiliki kekuatan modal sehingga bisa memberi gaji sesuai standar dan berbagai tunjangan pada karyawannya.

Usaha yang lebih besar juga tentu lebih mudah menyaring karyawan sesuai kebutuhan usaha dan menjadi daya tarik bagi karyawan untuk kerja di sana. Calon tenaga kerja yang tak lolos seleksi sering kali baru memilih alternatif bekerja di usaha kecil yang tak perlu seleksi ketat.

Jika standar pendapatannya tak sesuai harapan, si karyawan tentu bisa berpindah tanpa berpikir lagi, ketika ada tawaran lain datang. Memang, gaji besar dirasa menarik bagi karyawan untuk mencoba bekerja di pihak lain. Namun tak semua karyawan pindah gara-gara soal gaji saja.

Ada beberapa penyebab lain, seperti owner yang cerewet, tak adanya pembagian tugas yang jelas, tak adanya kejelasan waktu kerja dan tugas, hingga terlalu ketatnya aturan yang membuat karyawan tak betah untuk terus bekerja. Untuk itu, saya berikan tips dan trik mempertahankan tenaga kerja yang sudah dimiliki, sebagai berikut:

1. Berikan Gaji & Bonus

Gaji adalah hal pertama yang sering kali menjadi motivasi bagi tenaga kerja. Semakin besar gaji yang diberikan pemilik usaha, tentu semakin menarik minat karyawan untuk bekerja di tempat Anda. Sayangnya, soal gaji ini sering jadi kesulitan bagi pemilik usaha skala UMKM.

Hasil pendapatan usaha yang cenderung belum besar dan kadang tak pasti, membuat pemilik usaha takut memberikan gaji besar. Jika usaha Anda belum bisa menggaji besar, gunakan strategi memberikan bonus untuk pekerjaan lebih yang dilakukan karyawan. Jika dalam proses produksi pekerja mampu melebihi target, maka bonus akan diberikan, begitu pula untuk tenaga penjualan.

2. Sering Diskusi & Briefing

Sediakan waktu khusus atau dijadwalkan untuk melakukan diskusi dan briefing dengan karyawan. Dalam hal ini, briefing mungkin lebih kepada memberi arahan saat melakukan pekerjaan dan memberi motivasi kepada karyawan untuk berkerja secara maksimal dan semangat.

Pada momen diskusi ini, perlu juga mendengarkan apa saja yang menjadi ganjalan para karyawan selama bekerja. Mungkin ada kendala atau hal yang kurang enak terjadi selama bekerja yang bisa disampaikan di forum diskusi dan dicarikan solusinya.

Melakukan diskusi ini, memang tak menjamin bisa mempertahankan pekerja 100 persen, namun bisa meminimalisasi karyawan untuk pindah akibat ketidaknyamanan selama bekerja.

3. Khusus UMKM, Budayakan Sistem Kekeluargaan

Hal yang sulit dilakukan pada sebuah usaha besar adalah sistem kekeluargaan. Namun sistem ini memungkinkan dilakukan pada usaha skala UMKM. Budayakan sistem kekeluargaan agar karyawan bisa merasakan bahwa ia bagian/ keluarga dari usaha Anda.

Jika karyawan sudah nyaman di dalam lingkungan kekeluargaan, mungkin akan berpikir ulang ketika ada tawaran/ajakan pindah karena pada dasarnya ia juga manusia yang butuh kenyamanan di dalam sebuah keluarga.

Akan tetapi, bila Anda sudah memperlakukannya dengan baik dan menganggapnya keluarga, jangan lantas marah ketika ia tetap memutuskan pindah kerja karena ada pertimbangan lain. Tetaplah anggap ia keluarga, meski sudah bekerja di tempat lain. Yang terpenting, Anda sudah berusaha mempertahankannya. Salam.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.