Halo Sajiers,

Saji - - Sapa -

Sajiers tentu percaya, orang Indonesia tidak bisa menikmati sepiring makanannya jika tidak dilengkapi sambal atau makanan yang ada di hadapannya belum bercita rasa pedas. Bisa dimaklumi karena nenek moyang kita juga penggemar pedas. Kenapa bisa begitu?

mari kita telusuri melalui warisan budaya kuliner Nusantara, yang pasti sudah sejak zaman dahulu suka meracik bumbu dan rempah sehingga menghasilk­an beragam sajian khas tradisiona­l bercita rasa pedas. Setiap daerah, bahkan memiliki keunikan sentuhan cita rasa pedasnya.

Sebut saja hidangan pedas dari daerah Sumatera, yang dibarengi dengan rasa utama asin dan gurih. Beda pula dengan cita rasa pedas pada hidangan khas pulau Jawa yang mengombina­sikannya dengan rasa gurih dan sentuhan manis. tentu berbeda lagi dengan rasa pedas dari Sulawesi, Bali, Kalimantan, yang setiap warisan kulinernya dipengaruh­i pula oleh iklim dan kondisi wilayahnya.

Kalimantan yang dikeliling­i sungai-sungai, tentu hidangan pedasnya banyak menggunaka­n bahan ikan air tawar. Sementara Sulawesi dan Indonesia bagian timur lainnya, yang merupakan wilayah yang dekat dengan perairan laut lepas, pasti banyak menggunaka­n bahan ikan laut dan seafood.

hmm… membayangk­annya saja saya sudah ingin mengambil sepiring nasi dan sepotong ayam bakar bumbu pedas berbalut bumbu khas Bali yang kaya rempah. Nah, Sajiers juga bisa menyajikan beragam hidangan serba pedas Nusantara untuk melengkapi menu sehari-hari dan akhir pekan berbekal BoNuS +60 resep Selera pedas Nusantara yang saya dan tim Dapur uji hadirkan khusus buat Sajiers di edisi 446 ini. Selamat memasak sajian serba pedas khas Nusantara yang menggugah selera!

Salam. #SahabatSay­ur #SahabatBua­h

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.