Scuba Diver (Indonesian)

OFF THE GRID TEMPAT NUN JAUH

Oleh FRANCO BANFI DAN SABRINA MONELLA

-

Terhubung dengan para manta raksasa, dan banyak hiu, lumbalumba, serta paus berbeda – bertemu para binatang raksasa

luput dalam pandangan saya.

Penyelaman kedua kami habiskan di Crystal Rock, di sini saya berkesempa­tan mengambil foto eagle ray dari dekat yang tidak takut didekati saat bermain arus, sementara di kedalaman dibawahnya hiu whitetip nampak berenang ke sana ke mari. Keindahan koral bawah laut Komodo yang semakin meriah dan gegap gempita dengan banyaknya dengan anthias, gerombolan sweetlips di koral dan di sponges nampak ratusan ladybug hidup di dalamnya sampai yang tampak samar seperti pygmi seahorse.

Petualanga­n mencari makro di Sebayur Kecil, saya banyak menemukan nudi, commensal shrimp, garden eel dan jaw fish yang sayangnya tidak sedang memiliki telur di dalam mulutnya.

Shotgun yang terlalu sering dikaitkan dengan bermain dorongan arus dan indahnya tebing sisi kiri yang membawa kita menikmati indahnya sea scape yang menjadi habitat bagi ribuan glass fish yang mengitari koral, scorpion leaf yang tinggal berdekatan, nudibranch yang muncul disana sini, serta lady bug yang hampir seperti outbreak karena ada di setiap sponge yang saya lihat.

Di beberapa titik penyelaman saya harus mengganti lensa makro terutama pada sore dan malam hari seperti di Thousand Nipples saya menemukan hairy crab yang sedang melindungi telur yang menempel dibagian tubuhnya serta zebra crab dan juga nudibranch di sana sini walaupun belum nampak yang spesial namun tetap saya ambil fotonya.

Penyelaman pagi hari di hari kedua, kami lakukan di Batu Bolong yang terkenal itu, Puji Tuhan karena long line fishing yang ramai diberitaka­n di sosial media tidak nampak, malah kami masih menjumpai hiu berkeliara­n dan penyu juga terlihat mencari makanan di wall saat saya bergerak zig zag dari kedalaman menuju tempat safety stop. Sebelum mendekati safety stop itulah saya mendapati momen untuk mengabadik­an orang utan crab yang tersohor itu. Beberapa jenis nudi dan tentunya anthias yang menghidupi suasana di Batu Bolong. Sampai saat dipermukaa­n tak lupa saya ambil split shot atau half dengan latar Batu Bolong.

Setelah sarapan dan istirahat sejenak kami bergegas untuk bersiap-siap turun di Karang Makassar! Karena di permukaan kami sudah disambut oleh kawanan manta yang terlihat. Kalau di permukaan saja sudah seperti ini, bagaimana di dalamnya. Dan benar saja, banyak kawanan manta layaknya satu squadron pesawat dalam film Sky Captain and the World of Tomorrow. Di titik ini saya juga mengambil beberapa foto aerial yang benarbenar memberikan pemandanga­n di mana kapal kami masuk ke kawasan yang dihuni oleh kawanan manta itu.

Keindahaha­n titik penyelaman Tatawa Besar yang dihuni oleh penyu dan hiu juga tak mampu menghilang­kan perasaan saya akan pertemuan sebelumnya dengan kawanan manta. Penyelaman ketiga kami di Siaba Besar yang berada di Utara Pulau Komodo memberikan kesempatan untuk mengeksplo­r titik selam ini di mana saya menjumpai beberapa jenis frogfish, cuttle fish dan beberapa jenis nudi.

Karena permintaan dari teman-teman dan juga karena jarak, kami kembali mengunjung­i Batu Bolong, Wainilu sebelum akhirnya melakukan land tour dan hiking melihat Komodo dari dekat dan berbincang-bincang dengan jagawana yang memberikan informasi mengenai Pulau Sembilan yang konon berisi blue tentacle jellyfish yang langka.

Dari kejauhan terlihat gundukan karang-karang mati yang menggunung seperti pulau pasir timbul yang membentuk sebuah pulau kecil. Saya pun kembali menerbangk­an drone, dari atas memang terlihat pulau ini seperti angka sembilan, dan jelaslah bagi saya dari mana asal nama pulau tersebut. Kami yang datang sudah bersiap-siap mulai turun dengan membawa kamera gear, kacamata hitam, topi dan sandal pantai agar dapat senyaman mungkin berjalan di atas karang-karang tajam, dan tepat mendekati bagian dalam lingkaran saya melihat cekungan kolam bening yang tidak besar mungkin hanya beberapa belas meter yang dasarnya terlihat algae hijau dan puluhan blue tentacle jellyfish yang bergerak di bawah permukaan. Petang itu kolam ubur-ubur tersebut dalam kondisi cukup baik untuk membuat foto split dari pinggir kolam dengan hati-hati agar tidak merusak dasar kolam yang dangkal, saya khawatir ubur-ubur yang berada di dasar kolam dan melekat di rumput laut terinjak-injak. Memang lokasi ini bukanlah destinasi untuk snorkeling apalagi menyelam! Di dasarnya terdapat sekitar ribuan ubur-ubur yang bersembuny­i di balik rumput laut yang belum saya cari data identifika­si namanya.

Destinasi Pulau Sembilan memang baru bagi saya. Sebagai penyelam begitu dapat informasi adanya ubur-ubur tak bersengat, bayangan di kepala awalnya berpikir seperti di Palau, Danau Kakaban atau di Lamnakana Misool tapi ini di Komodo! Setelah saya kembali ke Jakarta ternyata Pulau Sembilan ini sudah banyak ditawarkan dari berbagai itinerary perjalanan wisata di Komodo dan sudah diketahui oleh wisatawan dan kelompok fotografer traveler. Jika ingin mengunjung­i Pulau Sembilan dari pelabuhan terdekat, pemandu wisata sudah memiliki aturan khusus agar keindahan dan kelestaria­n blue tentacle jellyfish di pulau tersebut tetap terjaga. Apalagi dilihat dari luasnya kolam dan ukurannya yang tak lebih besar dari satu kepal tangan, Ubur-ubur di Pulau Sembilan tentunya rawan sekali dari kepunahan. Apalagi jika dibandingk­an dengan keadaan di sekitarnya di mana secara global, air permukaan laut dapat meningkat sehingga suatu saat, pasang tinggi atau gelombang bisa saja menenggela­mkan pulau tersebut. Tentunya sudah takdir Tuhan pula bahwa ubur-ubur tersebut beradaptas­i sampai akhirnya tidak memiliki sengat.

Akhirnya perjalanan saya kali ini dengan liveboard baru ternyata memberikan pengalaman yang berbeda dengan menjumpai stingless blue tentacle jellyfish. Memang, selalu ada alasan lagi bagi kita untuk mengunjung­i Taman Nasional Komodo.

 ??  ??
 ??  ?? Blue tentacle jellyfish tidak bersengat yang berada di Pulau Sembilan, TN Komodo.
Blue tentacle jellyfish tidak bersengat yang berada di Pulau Sembilan, TN Komodo.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia