Scuba Diver (Indonesian)

PAUS DAN DINDING

Salah satu dari sedikit perempuan kapten liveaboard mewah berbagi hasrat akan pekerjaan dan dunianya.

- Teks dan foto oleh Amanda Smith

Scuba diving adalah hasrat yang saya temukan belakangan ini di hidup saya, dan saya iri terhadap para penyelam muda yang menginap di tempat saya, M/V Turks & Caicos Aggressor II, bahwa saya tidak mencintai dunia selam lebih awal seperti mereka. Di saat yang bersamaan, saya tak sabar menanti petualanga­n yang telah menunggu mereka.

Aggressor di Turks dan Caicos tidak pernah menjadi rumah saya. Hingga 12 tahun yang lalu asuransi telah mendominas­i hidup saya, hingga saya akhirnya mencoba menyelam ketika berlibur di Turks. Dalam waktu singkat, saya berhenti bekerja, menjual properti saya, dan menuju ke Turks dan Caicos. Hampir seluruh orang yang saya kenal tidak pernah mendengar nama kedua pulau tersebut, begitu pun dengan saya. Kenyataann­ya, mayoritas teman saya menyangka bahwa saya telah pindah ke Turki!

Sebagai instruktur selam pemula, hanya memiliki 300 catatan penyelaman dan mayoritas dilakukan di Inggris, saya ingin memulai masuk ke dunia pelatihan menyelam, berbagi hasrat baru saya ini kepada siapa pun yang mengingink­annya, untuk menjelajah luasnya lautan. Saya berhasil mencapai Turks dan Caicos, lalu berhenti! Sisanya, kata orangorang, adalah sejarah. Saya langsung jatuh cinta dengan penyelaman di sekitar Turks dan Caicos, serta kebudayaan di kedua pulau itu sendiri. Itu terjadi 12 tahun lalu.

Pada saat itu, saya sangat bangga memiliki kamera digital kecil dan housing- nya. Tidak sekali pun saya menggunaka­n kamera tersebut untuk memotret di bawah air di Turks and Caicos. Sebagai gantinya, sebuah Nikon D70

beserta housing- nya dipercayak­an ke saya, dan dengan cepat saya belajar fotografi bawah air dari Kapten Piers, yang nantinya menjadi mentor saya untuk mengajari segala sesuatu yang perlu diketahui untuk menjadi seorang kapten.

Dua tahun kemudian, serta kualifikas­i Yachtmaste­r 200 ton di tangan, menjadikan saya kapten kedua, lalu menjadi Master Turks & Caicos Aggressor II.

Bagi saya, menyelam di sekitar Turks dan Caicos menawarkan keberagama­n yang menarik. Indah, dinding yang penuh nutrisi menjadi rumah yang tepat bagi flora dan fauna di sana. Apabila Anda membelakan­gi dinding laut, yang terlihat hanyalah laut luas yang biru.

Bukanlah kelangkaan dan keunikan yang membuat saya jatuh cinta menyelam di Turks dan Caicos, tapi perilaku kebanyakan ikan ketika berinterak­si dan memenuhi terumbu karang bersama-sama yang memikat saya – ikan kerapu dengan belut moray, sekumpulan jackfish dengan ikan pari, atau ikan trompet dengan apa pun rekan mencari makan yang dapat ditemui. Sebuah kenikmatan untuk mempelajar­i karakter dan interaksi mereka. Setiap musim membawa berbagai critter yang baru; jawfish dengan telur, pipehorse dan pari elang, dari makhluk makro hingga yang besar, tidak momen yang sama sekali membosanka­n.

Lalu ada paus bungkuk yang mengunjung­i pada musim dingin. Dari Januari hingga April, ketika mereka mengunjung­i perairan yang hangat di Atlantik untuk kawin dan melahirkan. Perjumpaan favorit saya adalah berenang bersama paus bungkuk jantan yang sedang “bernyanyi”. Lagunya menggetark­an Anda karena nadanya bervariasi, dari warna nada yang rendah hingga nada-nada tinggi. Ini pengalaman yang mengubah hidup saya yang terus membawa saya untuk kembali.

Kesempatan untuk berbagi cerita ini kepada para tamu menjadi bumbu bagi perjalanan mereka. Turks & Caicos Aggressor II merupakan rumah saya, serta platform mewah dan menyenangk­an untuk membagikan dunia bawah air kepada para tamu kami. Dengan 19 Aggressor yacht di seluruh dunia, saya yakin dapat terus melanjutka­n perjalanan keliling dunia dan eksplorasi penyelaman, namun tetap kembali ke rumah liveaboard saya. Eat,sleep, dive,repeat;Iliveit,Iloveit!

 ??  ?? Paus bungkuk datang ke Turks dan Caicos dari bulan Januari hingga April untuk kawin dan melahirkan
Paus bungkuk datang ke Turks dan Caicos dari bulan Januari hingga April untuk kawin dan melahirkan
 ??  ??
 ??  ?? Setiap musim membawa berbagai critter yang baru; jawfish dengan telur, pipehorse dan pari elang, dari makhluk makro hingga yang besar, tidak momen yang sama sekali membosanka­n
Terumbu karangnya dihuni oleh beragam critter menarik. Searah jarum jam dari kiri: flamingo tonguesnai­l,jawfish dengan telur, dan slenderfil­efish
Setiap musim membawa berbagai critter yang baru; jawfish dengan telur, pipehorse dan pari elang, dari makhluk makro hingga yang besar, tidak momen yang sama sekali membosanka­n Terumbu karangnya dihuni oleh beragam critter menarik. Searah jarum jam dari kiri: flamingo tonguesnai­l,jawfish dengan telur, dan slenderfil­efish

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia