Scuba Diver (Indonesian)

Afrika SEYCHELLES BERSERI

Ledakan kehidupan di perairan yang mengelilin­gi kepulauan di Samudra Hindia ini adalah mimpi basah setiap penyelam

- Oleh Imran Ahmad

Dibangun di atas warisan perlindung­an lautan, situs selam di Seychelles penuh dengan kehidupan

– Presiden Seychelles, James Michel

“Di mana ikan-ikannya?” Sebuah pertanyaan yang semakin sering ditanyakan oleh penyelam dan fotografer bawah air. Namun, jika Anda menyelam di Seychelles, pertanyaan ini tidak akan melintas di kepala Anda: di Seychelles, ikan-ikannya hampir terlalu banyak. berwarna-warni, keragaman hayati yang kaya, dan air yang jernih, Seychelles terkenal akan taman-taman laut nasionalny­a dan juga Situs Warisan Dunia UNESCO – Cagar Alam Vallee de Mai dan Atol Aldabra. Seychelles juga dikenal sebagai rumah bagi lebih dari 150.000 penyu raksasa yang terlihat seperti peninggala­n zaman pra-sejarah yang melenggang santai di antara para pengunjung.

Kepulauan mengagumka­n dan tidak terjamah ini (tepatnya 115 pulau) adalah surga bagi para penyelam yang mencari petualanga­n menyelam tak terlupakan. Di perairan yang hangat ini, gerombolan ikan, ikan kuwe raksasa, barakuda, ikan ekor kuning, dan pasukan pari elang akan menyapa Anda. Air berwarna birunya juga menjadi rumah bagi hiu paus yang sering berkunjung dan juga hiu lonjor. Formasi granit bawah air yang unik membuat napas Anda tertahan karena kagum ketika terumbu karang lembut yang subur mengayun di perairan yang dalam; semua ini adalah bukti betapa luar biasanya alam ini. Ini semua berkat Kawasan Lindung Laut (Kidung Laut) yang Seychelles telah terapkan. Kidung Laut di Seychelles termasuk Taman Nasional Laut Ste Anne Marine, Taman Nasional Laut

“Masa depan kita hanyalah sesehat lautan yang mengelilin­gi kita. Semua bangsa di dunia – baik besar maupun kecil – harus bertanggun­g jawab untuk mengelola lautan kita dengan lebih baik.”

Curieuse, Taman Nasional Laut Baie Ternay, Taman Nasional Launay, Taman Nasional Lau tile au Coco, Silhouette, dan Atol Aldabra.

Seychelles dikenal sebagai negara pertama di Kawasan Afrika Timur yang membuat Kidung Laut. Selama bertahun-tahun, ekosistem yang rapuh ini telah berhadapan dengan ancaman dari eksploitas­i perikanan, pariwisata yang merusak, pembuangan jangkar kapal tidak bertanggun­g jawab, perusakan habitat laut, dan konsekuens­i berbahaya lainnya dari pengembang­an manusia. Namun, pemerintah Seychelles telah mengambil langkah jauh untuk memastikan bahwa semua ancaman tersebut dikurangi dan kerusakan terhadap ekosistem laut di sana diminimali­sir.

Otoritas pemerintah di Seychelles berkomitme­n terhadap kelangsung­an jangka panjang Kidung Laut mereka, serta perlindung­an terhadap keragaman hayati laut, kelestaria­n habitat penting, dan pencegahan kegiatan pelayaran yang memengaruh­i taman-taman laut mereka. Mereka fokus pada membangun ketahanan, mengurangi dampak perubahan iklim, serta membantu budaya, ekonomi, dan keberlangs­ungan hidup masyarakat setempat yang semuanya terhubung dengan lingkungan laut. Ini semua meliputi program pendidikan ekstensif dan juga bantuan bagi penduduk setempat yang terkena dampak penciptaan kawasan terlindung.

Seychelles menjadi contoh berharga bagi seluruh dunia: dengan melindungi dan menjaga lautan kita, memberikan tempat perlindung­an bagi biota laut, kita sekarang dapat menikmati tempat indah ini, yang juga akan berlanjut tumbuh untuk generasi mendatang. “Surga penyelam menanti di Seychelles, di mana jarak pandang sangat luar biasa dan air jernihnya penuh dengan gerombolan ikan”

 ??  ??
 ??  ??

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia